Jakarta, Aktual.com — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajukan permintaan tambahan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp20 triliun kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk Bank Jakarta. Permintaan tersebut disampaikan menyusul terserapnya seluruh dana SAL sebesar Rp1 triliun yang sebelumnya ditempatkan pemerintah pusat.
“Waktu itu rencananya Rp10 triliun, kemudian saya minta kalau bisa sampai Rp20 triliun,” kata Pramono kepada wartawan usai menghadiri acara Grand Launching Kartu Debit Visa Bank Jakarta di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Senin (5/1/2025).
Pramono menjelaskan dana SAL yang telah diterima Bank Jakarta saat ini sudah tidak tersisa. Ia menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih menunggu realisasi penempatan dana lanjutan sebagaimana yang telah disampaikan kepada Kementerian Keuangan.
Menurut Pramono, tambahan dana SAL tersebut dibutuhkan untuk memperkuat kapasitas pembiayaan Bank Jakarta, khususnya dalam mendukung penyaluran kredit ke sektor produktif. Ia menilai penempatan dana pemerintah pusat di perbankan daerah dapat memberikan dampak langsung bagi perekonomian, terutama di daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo mengungkapkan dana SAL Rp1 triliun yang diterima sebelumnya terserap penuh hanya dalam waktu singkat. “Satu triliun pada waktu itu habis dalam waktu satu minggu,” ujarnya.
Agus menjelaskan dana tersebut disalurkan untuk pembiayaan sektor produktif dengan fokus utama kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menyebutkan penyaluran dana SAL tersebut telah dilaporkan secara resmi kepada Kementerian Keuangan.
Manajemen Bank Jakarta, lanjut Agus, menyatakan kesiapan menerima kembali penempatan dana SAL dari pemerintah pusat. Ia menegaskan perseroan siap berperan aktif membantu pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penyaluran kredit.
“Pada dasarnya kami terbuka dan siap membantu pemerintah dalam penyaluran dana SAL,” ucap Agus.
Sebagai informasi, Kementerian Keuangan sebelumnya menempatkan dana SAL di sejumlah perbankan nasional dan daerah guna mempercepat penyaluran kredit ke sektor produktif. Bank Jakarta menerima penempatan dana SAL tersebut pada November 2025.
(Nur Aida Nasution)
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi

















