Jakarta, Aktual.com – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun anggaran 2018 akan tetap naik meski tidak signifikan.

Lantaran, postur APBN 2018 masih berfokus pada kegiatan program infrastruktur yang tidak memberikan dampak besar bagi tumbuhnya sektor riil dan konsumsi masyarakat.

“Postur APBN 2018 masih tetap ber fokus kepada infrastruktur yang mana ini tidak terlalu meng-efek besar kepada tumbuhnya sektor rill dan konsumsi masyarakat,” kata Hafisz saat dihubungi aktual.com, di Jakarta, Selasa (11/10).

“Walaupun itu dibutuhkan namun tidak terlalu tepat jika dijadikan dorongan untuk tumbuhnya ekonomi lebih signifikan,” tambahnya.

Menurut dia, faktor penyerapan anggaran yang tidak jauh beda dengan APBN 2017 dimana pertumbuhan ekonomi 2018 akan mengalami tekanan.

“Ekonomi 2018 diperkirakan tertekan di Q1 dan akan bergerak statis di Q2 namun mulai dinamis di Q3 dan Q4. Sehingga secara overall ekonomi akan tumbuh pada kisaran 5.2% s.d 5.25% (dan ini lebih cenderung baik dari 2017),” papar politikus PAN itu.

“Akan tetapi dengan effort yang ada (postur APBN 2018 ya.g bertambah besar Rp140 T dan dengan defisit yang lebih baik) seharusnya ekonomi 2018 dapat tumbuh lbh tinggi dari kisaran di atas,” sebut dia.

“Ini saya liat lebih disebabkn oleh karena pos-pos anggaran pembangunan 2018 belum menyasar kepada sektor produktif yang dapat memicu perputaran ekonomi lebh dinamis,” pungkasnya.

(Reporter: Novrizal)

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Eka