Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) belum mau terlalu menanggapi sosok Dwi Pariyatno yang dianggap sosok calon kapolri yang bersih versi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 Sebab, menurutnya saat ini Presiden Joko Widodo belum ada keputusan untuk mengganti calon kapolri selain Komjen Pol Budi Gunawan.
“Ya kan belum ada putusan beliau mau mengganti. Calonnya kan masih tetap BG,” kata Martin Hutabarat, di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (14/02)
Ketika ditanya pendapatnya tentang sosok Dwi Pariyatno, diplomatis dia menjawab baik. “Ya baik. Pasti saya komisi III kenal beliau lah. Dulu kapolda jawa tengah kemudian kapolda DKI termasuk sekarang,” ujar Martin
Dia menegaskan siapapun sosok Jenderal yang telah mendapatkan mandat dari Presiden, instansinya harus tunduk kepada si penerima mandat.
“Sebenanrya kalau di TNI-Kepolisian siap yang dapat mandat itu langsung institusi itu tunduk kepada sebenarnya. Jadi siapapun kalau sudah dipecaya oleh presiden itu institusi itu akan tunduk,” jelasnya
 Justru menurutnya, inilah yang menjadi kelebihan negara ini dibandingkan dengan negara lain yang belum tentu bisa mengikutinya.
“Itu kelebihannya kita. Kalau kita lihat di negara amerika latin kan belum tentu.  Bisa aja ada tentara melawan panglimanya. Kalau kita tidak ada tradisinya melawan. Hanya dulu kasus Gus Dur dengan membuat Kapolrinya ternyata kapolri lama tidak mau serah terima jabatan. Walau sudah diputuskan Gus Dur dilantik tetapi tidak mau kapolri serah terima serahkan tongkat komando. Hanya iitu aja kejadian pernah di Indonesia,” kata dia.
 Namun sayangnya dia enggan menjelaskan lebih lanjut kekita ditanya kembali, siapakah sosok Jenderal yang mampu memegang kendali setelah mendapatkan mandat dari presiden saat ini ?
“Ini harus tanya kompolnas. Kompolnas itu,” tutupnya

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby