Jakarta, Aktual.com-Mahkamah Agung (MA) Negara Maldives, melakukan percobaan impeachment atau pemakzulan terhadap Presiden Abdulla Yameen karena dirinya menolak membebaskan tahanan politik, sebagai oposisi pemerintahannya.

Dikutip dari Reuters, Senin (5/2), kni Maldives yang terkenal dengan negara yang memiliki resor-resor mewah itu tengah dilanda krisis politik. Hal ini terjadi sejak Pengadilan Tinggi Maldives menjatuhkan hukuman kepada presiden sebelumnya, yaitu Mohamed Nasheed, dengan tuduhan terorisme.

Selain kepada Nasheed, Pemerintahan Yameen juga telah memecat sebagian orang dari kursi penegak hukum yang kontra dengan mereka. Atas tindakannya, MA juga meminta Yameen dapat mengembalikan orang-orang tersebut ke posisinya masing-masing.

Pada Kamis malam (1/2), MA Maldives telah meminta kepada pemerintah untuk melepaskan 9 tahanan politik, termasuk Nasheed, dan mengembalikan 12 kursi legislator yang telah dipecat karena dianggap membelot dari partai Yameen. Lantaran karena kasus tersebut dinyatakan bermotif politik.

Dunia internasional, seperti Amerika Serikat dan negara tetangga Maldives, India, sudah mencoba meminta pada Yameen untuk mempertimbangkan tuntutan MA tersebut. Tetapi Yameen tetap menolak.

Atas penolakan Yameen itu, MA pun disebut akan segera memecat Yameen dari kursi presiden. Dikhawatirkan upaya MA ini bisa menimbulkan krisis keamanan di negara tersebut.

“Kami sudah menerima informasi jika pemecatan terhadap Yameen dikhawatirkan bakal membawa Maldives pada krisis keamanan nasional,” kata Jaksa Agung Maldives, Mohamed Anil pada Reuters.

“Informasi itu menyebutkan bahwa Mahkamah Agung kemungkinan besar akan melakukan impeachment atau mencopot kekuasaan presiden,” lanjut dia.

Kini ada sekitar 100 polisi telah diterjunkan untuk mengamankan situasi di sekitar kantor pemerintahan dan Ibu Kota Maldives, Male. Pengamanan juga dilakukan di wilayah Republic Square, yang menjadi tempat berdemo para aktivis oposisi.

(Bawaan Situs)