Jakarta, Aktual.co — Pertemuan antara pimpinan DPR RI dengan Presiden Jokowi pukul 14.00 WIB nanti di Istana Merdeka disambut baik oleh anggota dewan.
Pertemuan itu disambut baik oleh anggota rapat paripurna dalam pembukaan masa sidang ke IV dengan puluhan interupsi, dengan tujuan agar pimpinan dapat menyampaikan kepada presiden sebagai masukan dari DPR RI.
Anggota Komisi IV DPR RI F Golkar Firman Subagyo meminta agar presiden memvalidasi soal produksi beras Indonesia, yang berdasarkan data BPS 2014 produk pertanian Indonesia outputnya menghasilkan beras sebesar 40,4 juta ton dari kebutuhan nasional 35 juta ton.
“Artinya kita sudah surplus. Tetapi, faktanya dilapangan sekarang terjadi gejolak harga karena beras itu tidak pernah didapatkan, tidak pernah bisa terjangkau oleh masyarakat. Ini menjadi ada persoalan serius,” kata Firman, dalam sidang paripurna, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5).
Selain itu, Firman juga mengkritisi ikhwal pernyataan Presiden Jokowi tentang Indonesia tidak akan mengimpor beras pada tahun ini. Sebab, stetmen itu membuat dampak buruk dilapangan dengan melakukan aksi pemborongan dan penimbunan beras oleh perusahaan swasta tertentu.
“Nah perusahaan ini, sekarang ini melakukan aksi borong dan penimbunan. Artinya, mekanisme pasar nanti dengan beras diserahkan pada mekanisme pasar, maka posisi beras di pasar nanti akan dikendalikan oleh mafia beras ini,”
“Kami minta kepada presiden supaya dalam memberikan stetmen itu harus hati-hati dan pemerintah harus betul-betul menvalidasi dari pada data yang ada, jangan sampai persoalan pangan ini menjadi salah satu amanat konstitusi. Sehingga sandang, pangan dan papan negara ini tdak tercapai, melainkan dinikmati adalah mafia beras,” tegasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Novrizal Sikumbang












