Presiden Turki Tayyip Erdogan. (ilustrasi/aktual.com)
Presiden Turki Tayyip Erdogan. (ilustrasi/aktual.com)

Semarang – Presiden Turki Recep Ayyi Erdogan telah memutus jaringan beasiswa program Pasiad yang diberikan pemerintah setempat kepada 280 mahasiswa Indonesia. Diantaranya, para lulusan Semesta Asrama Bilingual Semarang yang tak mendapatkan beasiswa pendidikan tersebut.

“Mereka semua terputus beasiswanya. Sebab, Pasiad sudah tidak bisa lagi memberikan beasiswa,” terang Kepala Sekolah Semesta Asrama Bilingual Semarang, Mohammad Haris, Minggu (28/8).

Padahal, kata dia, keberadaan ratusan mahasiswa Indonesia menyebar di penjuru daerah, mulai Istanbul, Ankara, Burza hingga Gaziantep. Hingga kini, nasib para mahasiswa terkatung-katung dan akan dikembalikan ke tanah air.

Ia pun menyatakan, para donatur Pasiad hampir 99 persen telah ditangap dan dijebloskan penjara oleh Pemerintah Turki.

“Sayangnya, Handika Lintang alumni kami masih ditahan di sana dan akan menjalani proses sidang atas tuduhan sebagai pendukung Fethullah Gulen pada Oktober nanti,” ucapnya.

Haris menyebut pemutusan beasiswa Pasiad akhirnya memaksa mereka untuk mengulang pendidikan tingginya di kampus-kamus Indonesia.

“Ada tiga opsi yang ditawarkan kepada mereka, yaitu memindahkan kampus mereka ke dalam negeri atau tetap di Turki dan pilihan terakhir mereka harus mengulang kuliah di Indonesia,” cetusnya.

Setra Genyang Wicana, mantan mahasiswa eks program Pasiad mengaku bingung atas kondisi yang terjadi saat ini. Apalagi, hal itu pastinya mempengaruhi kondisi psikologis orangtuanya.

“Apakah ibu saya rela ngirim saya ke Turki lagi atau enggak, itu yang jadi masalahnya,” terangnya.

Laporan: M Dasuki

(Nebby)