Jakarta, aktual.com – Anggota Komisi XII DPR RI Cek Endra mendukung langkah pemerintah yang berencana menata ulang sekaligus memangkas kuota produksi sektor pertambangan. Kebijakan tersebut dinilai menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas harga komoditas energi serta memperkuat tata kelola sumber daya alam (SDA) nasional.
Menurut Cek Endra, pengendalian kuota produksi merupakan instrumen penting agar eksploitasi SDA tidak dilakukan secara berlebihan dan tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan. Ia menilai, selama ini produksi yang terlalu agresif justru berisiko menekan harga komoditas, merugikan negara, serta memperbesar dampak lingkungan di daerah penghasil.
“Penataan kuota produksi ini harus dilihat sebagai langkah korektif. Negara tidak boleh hanya mengejar volume, tetapi nilai tambah, stabilitas harga, dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Cek Endra, Selasa (6/1/2026).
Ia mencontohkan Provinsi Jambi sebagai salah satu daerah penghasil energi yang merasakan langsung dampak aktivitas sektor energi dan pertambangan. Menurutnya, kebijakan produksi yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan tekanan lingkungan dan sosial, sehingga pengaturan kuota menjadi penting untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan keberlanjutan wilayah.
“Daerah seperti Jambi membutuhkan kepastian bahwa pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara bijak. Produksi harus sejalan dengan daya dukung lingkungan dan kepentingan masyarakat setempat,” sebutnya.
Lebih lanjut, Cek Endra menegaskan Komisi XII DPR mendorong agar kebijakan penyesuaian kuota produksi diiringi dengan pengawasan yang ketat serta transparansi dalam penetapan kuota. Hal itu dinilai penting agar tidak menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku usaha maupun daerah penghasil.
“Kepastian regulasi tetap menjadi kunci utama untuk menjaga iklim investasi di sektor energi dan pertambangan,” ujarnya.
Selain itu, ia menilai pengendalian kuota produksi sejalan dengan agenda transisi energi nasional. Dengan produksi yang lebih terukur, pemerintah dinilai memiliki ruang untuk mendorong hilirisasi, efisiensi, serta praktik usaha yang lebih bertanggung jawab secara ekologis.
“Tujuan akhirnya jelas, sektor energi dan pertambangan harus memberi manfaat ekonomi sekaligus menjaga lingkungan dan masa depan daerah penghasil,” pungkas Cek Endra.
Artikel ini ditulis oleh:
Tino Oktaviano















