Semarang, Aktual.co — Ribuan buruh yang tergabung dari berbagai element serikat pekerja tidak terima penetapan Upah Minimum Kerja (UMK) dari 35 Kabupaten/ Kota se-Jawa Tengah.
Mereka memprotes dengan memblokir jalan tol Gayamsari Semarang, Selasa (25/11) petang. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang konon berjanji menaikkan 2 persen.
Mereka bersikukuh keras supaya Gubernur Jateng merevisi kembali UMK dari rata-rata penetapan UMK tahun 2015 yang naik menjadi 20 persen dari sebelumnya.
Akibat kejadian itu, sepanjang jalan Brigjen Katamso dari arah Jakarta-Surabaya macet total. Sebaliknya, arah dari Jalur Surabaya-Jakarta lumpuh total. Buruh menghadang laju kendaraan dari arah berlawanan, sehingga arus lalu lintas dialihkan kembali ke arah barat.
Berbagai ribuan buruh memblokir jalan dengan membentangkan spanduk berisi tulisan penolakan UMK terhadap Gubernur Jateng.
Sosok Gubernur Jateng dimata para buruh sudah dilecehkan, sebab dianggap telah membohongi kaum buruh dengan menetapkan UMK yang tidak layak.
“Ganjar Pranowo ternyata hanya ngapusi (bohongi), mengkhianati kita semua. Ganjar Pranowo buta dan tuli terhadap keluhan-keluhan buruh,” ujar Suprapto, orator itu dengan nada serak tanda suaranya sudah habis.
Aksi blokir tol Gayamsari terhenti di pertigaan jalan raya yang menghubungkan Semarang – Purwodadi. Ratusan polisi tampak berjaga-jaga di depan pintu jalan Tol Gayamsari sehingga para buruh tidak bisa memblokir.
Akibat aksi mereka, jalan masuk Jalan Tol Gayamsari ditutup. Akes jalan menuju Semarang – Purwodadi atau sebaliknya juga tertutup. Kendaraan dialihkan melalui jalan alternatif.
Artikel ini ditulis oleh:

















