Diskusi yang diselenggarakan oleh Garuda Nusantara (GN) Center dalam tema "PT Dan Masa depan Demokrasi", namun hal ini mengemuka ketika aturan PT masih aturan lama yakni 20 % kursi dan 25 % suara dan dominasi parpol serta menutup ruang untuk tampilnya Capres yg beragam, sehingga publik berasosiasi hanya muncul Jokowi dan Prabowo lagi. AKTUAL/Munzir
Kiri-kanan ; Inisiator GN Center Andrianto, Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Bobby A Rizaldi, Dewan Pembina ACTA Habiburokhman, Pakar Hukum UI Reffly Harun, Eksponen Indonesia Muda Taufik Amrullah, Direktur Pasca Sarjana Unas M.Alfan Alfian, Direktur Indobarometer M.Qodari berfoto bersama usai pelakasanaan acara diskusi Pemilu Nasional serentak 2019 di Jakarta, Sabtu (21/10/2017). Diskusi yang diselenggarakan oleh Garuda Nusantara (GN) Center dalam tema “PT Dan Masa depan Demokrasi”, namun hal ini mengemuka ketika aturan PT masih aturan lama yakni 20 % kursi dan 25 % suara dan dominasi parpol serta menutup ruang untuk tampilnya Capres yg beragam, sehingga publik berasosiasi hanya muncul Jokowi dan Prabowo lagi. AKTUAL/Munzir
Diskusi yang diselenggarakan oleh Garuda Nusantara (GN) Center dalam tema “PT Dan Masa depan Demokrasi”, namun hal ini mengemuka ketika aturan PT masih aturan lama yakni 20 % kursi dan 25 % suara dan dominasi parpol serta menutup ruang untuk tampilnya Capres yg beragam, sehingga publik berasosiasi hanya muncul Jokowi dan Prabowo lagi. AKTUAL/Munzir
Diskusi yang diselenggarakan oleh Garuda Nusantara (GN) Center dalam tema “PT Dan Masa depan Demokrasi”, namun hal ini mengemuka ketika aturan PT masih aturan lama yakni 20 % kursi dan 25 % suara dan dominasi parpol serta menutup ruang untuk tampilnya Capres yg beragam, sehingga publik berasosiasi hanya muncul Jokowi dan Prabowo lagi. AKTUAL/Munzir
Kiri-kanan; Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Bobby A Rizaldi, Dewan Pembina ACTA Habiburokhman, Pakar Hukum UI Reffly Harun, Eksponen Indonesia Muda Taufik Amrullah, Direktur Pasca Sarjana Unas M.Alfan Alfian, Direktur Indobarometer M.Qodari saat menjadi pembicara diskusi Pemilu Nasional serentak 2019 di Jakarta, Sabtu (21/10/2017). Diskusi yang diselenggarakan oleh Garuda Nusantara (GN) Center dalam tema “PT Dan Masa depan Demokrasi”, namun hal ini mengemuka ketika aturan PT masih aturan lama yakni 20 % kursi dan 25 % suara dan dominasi parpol serta menutup ruang untuk tampilnya Capres yg beragam, sehingga publik berasosiasi hanya muncul Jokowi dan Prabowo lagi. AKTUAL/Munzir
Diskusi yang diselenggarakan oleh Garuda Nusantara (GN) Center dalam tema “PT Dan Masa depan Demokrasi”, namun hal ini mengemuka ketika aturan PT masih aturan lama yakni 20 % kursi dan 25 % suara dan dominasi parpol serta menutup ruang untuk tampilnya Capres yg beragam, sehingga publik berasosiasi hanya muncul Jokowi dan Prabowo lagi. AKTUAL/Munzir
Diskusi yang diselenggarakan oleh Garuda Nusantara (GN) Center dalam tema “PT Dan Masa depan Demokrasi”, namun hal ini mengemuka ketika aturan PT masih aturan lama yakni 20 % kursi dan 25 % suara dan dominasi parpol serta menutup ruang untuk tampilnya Capres yg beragam, sehingga publik berasosiasi hanya muncul Jokowi dan Prabowo lagi. AKTUAL/Munzir