Jakarta, Aktual.co — Pimpinan Manajemen PT Liga Indonesia, Joko Driyono, mengungkapkan adanya perbedaan persepsi antara PT Liga dengan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) terkait tidak lolosnya Arema Cronus dan Persebaya Surabaya dalam verfikasi yang dilakukan BOPI.
“BOPI menganggap adanya sengketa kepemilikan di kedua klub tersebut menjadi referensi kuat untuk melarang mereka berkompetisi, namun bagi PSSI khususnya PT Liga, bahwa 18 klub yang berkompetisi adalah klub, bukan PT atau kepemilikannya,” kata Joko setelah mengadakan pertemuan dengan BOPI di kantor Kemenpora, Rabu (8/4).
Menurut Joko, saat ini kebanyakan klub dikelola olah sebuah badan hukum perusahaan, maka kemungkinan terjadi sengketa sangat besar, sehingga menimbulkan dualisme kepemilikan.
“Dalam hal ini, PSSI ingin melindungi kompetisi yang notanebe adalah klub-klub anggota PSSI dan jika ada sengketa, PSSI ingin menempuh dua tahapan, yaitu mediasi atau dibiarkan selesai di forum pengadilan tetapi hal tersebut tidak bisa menghentikan kompetisi,” ujarnya.
Artikel ini ditulis oleh:
















