Banda Aceh, Aktual.co — Aparat keamanan di Aceh mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk memburu kelompok bersenjata yang membunuh dua anggota TNI Kodim 0103 Aceh Utara, beberapa hari lalu.
Hal itu dibuktikan dengan dikerahkannya 47 personel, termasuk Brimob, jajaran Polres Bener Merah, untuk menyisir perbatasan Aceh Utara, Minggu (29/3).
Jajaran Polres Lhokseumawe dan Polres Aceh Utara dibantu TNI juga melakukan hal yang sama. Target utama aparat keamanan yaitu menangkap kelompok bersenjata.
“Kita perluas titik pencarian kelompok bersenjata itu. Di kawasan perbatasan Aceh Utara dan Bener Meriah banyak TNI dan polisi dari wilayah itu. Kita saling koordinasi untuk menemukan kelompok bersenjata api itu,” ujar Kapolres Bener Meriah AKBP, Wawan Setiawan, dihubungi per telepon.
Selain itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat melaporkan tindakan kelompok mencurigakan di setiap wilayahnya, serta tidak panik ketika melihat aparat keamanan di kawasan hutan. Pasalnya, operasi ini merupakan operasi memburu pelaku kejahatan.
“Ini juga untuk melindungi masyarakat. Jadi, saya harap jangan panik. Namun, jika melihat ada kelompok masyarakat yang aneh dan asing, segera lapor ke aparat terdekat,” terangnya.
Untuk mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata, Polres Bener Meriah juga rutin menggelar razia di jalan raya.
Sementara, Kapolres Aceh Utara AKBP Achmadi menyebutkan pihkanya juga terus menyisir kawasan hutan dan menggelar razia di jalan raya.
“Kita membantu Polres Lhokseumawe untuk menangkap kelompok bersenjata ini. Kita juga menggelar razia di jalan raya guna mempersempit ruang gerak kelompok itu,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:















