Manokwari, Aktual.com – Sebanyak 25 ilmuwan muda Papua dari berbagai perguruan tinggi di Papua dan Papua Barat diminta membantu pemerintah daerah baik di provinsi maupun kabupaten dalam merumuskan kebijakan agar berjalan efektif.

Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Papua Barat Silvya Makabori di Manokwari, Sabtu, menyatakan ilmuwan dapat membantu pembuatan kebijakan berdasarkan hasil penelitian tepat guna dalam bidang sumber daya alam maupun sosial.
“Karena mungkin dulu ada kebijakan yang diambil secara tiba-tiba dan tanpa riset sehingga ada kebijakan-kebijakan tersebut kemudian berubah karena memang mendapat perbaikan. Maka itu, kita harap penelitian dari para ilmuwan dapat menjadi rekomendasi sebelum ada kebijakan daerah yang dikeluarkan,” ujar dia saat menutup Pelatihan Ilmuwan Muda Papua 2022 oleh Balitbangda Papua Barat dan Eco Nusa.
Para ilmuwan muda diharapkan juga menghasilkan penelitian yang menyokong pembangunan di Papua khususnya sebagai benteng terakhir dalam menghadapi krisis iklim.
Sebelumnya, Silvya menyebut Pelatihan Ilmuwan Muda Papua dilaksanakan pada 1-3 September 2022, sebagai bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana. Pengelolaan sumber daya alam berdasarkan hasil penelitian diharap memberi dampak positif bagi masyarakat baik dari segi sumber daya maupun ekonomi.
“Balitbangda Papua Barat tidak bisa kerjakan itu sendiri sehingga kami menggandeng Eco Nusa melakukan kegiatan pelatihan ini dengan menjadi Ilmuwan Muda dari mahasiswa di Papua dan Papua Barat,” ungkap dia.
Kepala Kantor Eco Nusa Manokwari Novi Hematang menyebutkan Pelatihan Ilmuwan Muda Papua yang berjalan merupakan kali keempatnya untuk memberikan kesempatan kepada Ilmuwan Muda mengembangkan dirinya dalam penelitian konservatif.
‚Äč
Eco Nusa akan mendampingi para ilmuwan muda itu hingga akhir Desember 2022. Para ilmuwan yang mendapat pelatihan itu akan mengerjakan penelitian sesuai bidang masing-masing yang hasilnya akan dipresentasikan pada Desember.

Menurut Novi, masih banyak hasil penelitian mengenai Papua dihasilkan oleh peneliti asing maupun peneliti Indonesia yang bukan berasal dari Papua.

Hal itulah yang mendorong pihaknya dan Balitbangda Papua Barat memfasilitasi para ilmuwan muda mendapat pelatihan agar bisa berkembang dan tertarik dalam dunia penelitian.

“Harapan kami mereka juga bisa terus menghasilkan penelitian yang dapat digunakan pemerintah daerah sebelum mengeluarkan kebijakan,” sebut Novi.
Rencananya, para ilmuwan muda akan meneliti sejumlah hal di Papua yang berkaitan dengan sumber daya alam, masyarakat adat dan kearifan lokal serta keanekaragaman hayati dari satwa air hingga unggas.(Antara)
(Warto'i)