Jenewa, aktual.com – Putaran kedua perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berlangsung pada Selasa (17/2) di Jenewa, Swiss. Meski lokasi berpindah dari Muscat ke Eropa, Oman tetap menjalankan peran sebagai mediator dalam perundingan lanjutan antara Washington dan Teheran.
Agenda ini merupakan kelanjutan dari putaran pertama yang digelar di Muscat, Oman, pada 6 Februari lalu, yang berakhir dengan kesepakatan kedua pihak untuk meneruskan dialog.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, sebagaimana dilaporkan AFP dan Anadolu Agency, telah bertolak dari Teheran menuju Jenewa pada Minggu (15/2). Ia memimpin delegasi diplomatik dan teknis Iran dalam perundingan tersebut.
“Araghchi berangkat dari Teheran ke Jenewa pada Minggu (15/2) malam, memimpin delegasi diplomatik dan teknis untuk melakukan putaran kedua perundingan nuklir dan menggelar sejumlah konsultasi diplomatik,” kata Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataannya.
“Perundingan nuklir secara tidak langsung antara Iran-AS akan digelar pada Selasa (17/2) dengan mediasi dan peran baik dari Oman,” sebut pernyataan itu.
Selain mengikuti perundingan, Araghchi dijadwalkan bertemu Kepala Departemen Luar Negeri Swiss Ignazio Cassis, Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi, serta Direktur Jenderal International Atomic Energy Agency (IAEA) dan sejumlah pejabat internasional yang berbasis di Swiss.
Perundingan ini berlangsung setelah dialog kedua negara sempat terhenti akibat eskalasi konflik menyusul serangan Israel terhadap Iran pada Juni tahun lalu. Ketegangan meningkat ketika Amerika Serikat mengancam aksi militer dan mengerahkan kelompok kapal induk ke kawasan Timur Tengah, di tengah situasi domestik Iran yang memanas akibat penindakan terhadap aksi unjuk rasa.
Pada putaran pertama di Muscat, perundingan dilakukan secara tidak langsung dengan mediasi Oman. Delegasi Iran dipimpin Araghchi, sementara pihak AS diwakili Utusan Khusus untuk Timur Tengah Steve Witkoff, serta Jared Kushner, menantu Presiden AS Donald Trump.
Swiss sebagai tuan rumah putaran kedua memiliki sejarah panjang dalam menjembatani hubungan Iran dan AS. Sejak putusnya hubungan diplomatik kedua negara pasca krisis penyanderaan tahun 1980, Swiss mewakili kepentingan Washington di Teheran dan memainkan peran penting sebagai kanal komunikasi tidak langsung selama beberapa dekade.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain















