Koordinator PWYP, Maryati Abdullah

Jakarta, Aktual.Com -Publish What You Pay (PWYP) Indonesia meminta pengembangan Blok Masela di Maluku harus memperhatikan kepentingan warga masyarakat sekitar melalui pengelolaan yang transparans, partisipatif dan berkelanjutan.

Kekayaan alam adalah sesuatu anugrah, namun apabila pengelolaan dilakukan melalui cara yang tidak tepat, bukan tidak mungkin malah memicu pertikaian dan bencana. Hendaknya segenap pemangku kepentingan dan kebijakan menyusun perencanaan yang baik melalui pertimbangan segala aspek.

“Pengelolaan blok Masela harus transparan, akuntabel, partisipatif dan berkelanjutan agar menghindari kutukan sumberdaya alam,”kata Koordinator PWYP, Maryati Abdullah di Jakarta pada seminar yang digelar Himpunan Alumni Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan IPB, Jumat (24/2)

Adapun kutukan sumber daya alam yang dimaksud Maryati yakni fenomena kemiskinan, kebocoran/korupsi, miskin infrastruktur layanan-termasuk minim akses listrik, konflik sosial-ekonomi-politik, serta dampak lingkunga.

“Salah satu pembelajaran yang baik dan bisa dicontoh sebagai referensi, yaitu Kabupaten Bojonegoro dalam pengelolaan sumberdaya alamnya,”
Laporan: Dadangsah Dapunta

(Bawaan Situs)