Jakarta, Aktual.com – Qari asal Indonesia, Dasrizal M. Nainin, meraih juara pertama pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional yang berlangsung di Kuwait pada 10 hingga 19 Oktober 2022.

“Selamat kepada Ustaz Dasrizal yang meraih Juara 1 MTQ Internasional di Kuwait. Ini kabar gembira melengkapi kegembiraan kita setelah suksesnya MTQ Nasional ke-29 di Kalsel,” ujar Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kamaruddin Amin di Jakarta, Kamis (20/10).

Pria utusan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumatera Barat terbang ke Kuwait untuk mewakili Indonesia setelah sebelumnya merupakan Juara 2 Tilawah Dewasa pada MTQ Nasional ke-28 di Kota Padang, Sumatera Barat. Selain Dasrizal, Kemenag juga mengutus Haris Dwi Putra pada cabang hafalan 30 Juz di MTQ Internasional Kuwait.

Prestasi yang ditorehkan Dasrizal ini semakin menambah daftar panjang para penghafal maupun pembaca Al Quran Indonesia yang berprestasi di kancah internasional. Sebelumnya, Hafiz asal Medan, Farhan Muhammadi, menyabet juara 1 MTQ cabang hafalan 5 juz dan tilawah pada MTQ Internasional di Maroko.

Kemudian Jihan Afifah dan Khairurazzaq yang telah mengharumkan nama Indonesia di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional di Amerika.

Jihan Afifah merupakan juara kedua dalam lomba hafalan 30 juz di ajang The American International Tibyan Competition for the Quran and Its Recitations. Sementara Khairurrazaq Al-Hafiz dipilih juri sebagai Peserta Suara Terbaik dan didaulat tampil di acara penutupan ajang MTQ tersebut.

Kamaruddin berkomitmen bahwa Kemenag bersama LPTQ akan terus melakukan pembinaan kepada generasi muda agar semakin dekat dengan Al Quran. Upaya pembinaan terus dilakukan di tingkat nasional hingga kabupaten/kota, termasuk kecamatan.

“Prestasi di kancah internasional tentu saja mengharumkan nama bangsa. Ini juga menjadi optimisme dan harapan kita semua untuk terus melakukan pembinaan kepada masyarakat,” ucap dia.

Ia meyakini para qari merupakan pemengaruh di tengah masyarakat. Ia berharap qari mampu menjadi katalisator semangat masyarakat untuk belajar, memahami, dan mengamalkan Al Quran.

“Bacaan Al Quran dengan suara indah para qari akan melahirkan kecintaan masyarakat untuk belajar Al Quran. Seiring berjalannya waktu, masyarakat akan terus mempelajari, memahami, dan mengamalkan ajaran Al Quran yang dipenuhi dengan muatan paham moderat serta penyemai kerukunan di tengah masyarakat,” tandasnya.

(Warto'i)