Darmin Nasution

Jakarta, Aktual.com – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) berencana menempuh jalan kontroversi dengan menerbitkan kebijakan yang menghapus golongan listrik bawah menjadi golongan listrik untuk kapasitas lebih tinggi.

Tentu saja kebijakan ini bakal membebani masyarakat. Karena pengguna listrik yang semula menggunakan kapasitas 900 VA dihapus menjadi golongan 1.300 VA, dengan demikian dipastikan jika biaya yang dikeluarkan lebih besar.

Ironisnya jika kebijakan ini kemudian dianggap Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, tak berdampak serius terhadap kenaikan harga barang, sehingga laju inflasi tetap bisa terjaga.

“Memang kebijakan ini bisa berpeluang konsumsi listrik jadi meningkat. Tapi selama tarif tetap sama maka diklaimnya tidak akan membuat konsumsi listrik meningkat,” kata Darmin di Jakarta, ditulis Sabtu (18/11).

Jika kemudian kebijakan ini dinilai bisa mengerek inflasi tinggi kata dia itu akan terjadi kalau pengeluaran harganya naik.

“Tapi kalau konsumsi yang lebih banyak itu tidak membuat inflasi,” terang mantan Gubernur Bank Indonesia itu

Sementara itu menurut pendiri Reforminer Institute Pri Agung Rakhmanto rencana pemerintah menyatukan golongan tarif listrik justru akan membuat tagihan masyarakat lebih mahal.

“Ini karena semakin besar daya yang dimiliki, biaya bebannya semakin tinggi,” cetus dia.

Adapun Penghitungan biaya beban itu tertuang dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 28 tahun 2017. Aturan tersebut menyebutkan untuk golongan 900 Volt Ampere (VA), hingga 200 kilovolt Ampere (kVA), penentuan biaya beban rekening minimumnya menggunakan rumus 40 (jam nyala) x daya tersambung (kVA) x biaya pemakaian.

“Jadi meskipun tarif sama, beban yang ditanggung bisa berbeda. Ini karena daya yang tersambung tidak sama. Karena golongan yang besar akan membayar lebih mahal, kilowatt hour (kWh) minimumnya jauh lebih banyak,” terang dia.

Rencananya, pemerintah akan mengalihkan pelanggan 900 Volt Ampere (VA) ke 1.300 VA. Sedangkan golongan 1.300 VA, 2.200 VA dan 3.300 VA dan 4.400 VA yang jumlah pelanggannya mencapai 13 juta akan beralih ke 5.500 VA. Namun, golongan 450 VA dan 900 VA subsidi tidak berubah.

Pewarta : Busthomi

Artikel ini ditulis oleh:

Bawaan Situs