Semarang, Aktual.co — Seperti tradisi tahun-tahun sebelumnya bulan Ramadhan, pekerja seks komersil (PSK) lokalisasi Sunan Kuning Resos Argorejo berhenti beraktivitas melayani para lelaki hidung belang selama bulan Ramadhan.
Rupanya mereka telah memiliki tabungan lebih yang disisihkan selama setahun dari penghasilan. Mereka mengaku tak khawatir harus kerja ‘ngoyo’ untuk kebutuhan perayaan hari raya Idul Fitri. Ternyata mereka sudah memilik tabungan rata-rata mencapai Rp15 juta-Rp20 juta per PSK.
Tiwik, sebut saja salah satu PSK Sunan Kuning mengaku setiap melayani tamu semalam sebanyak antara Rp2 juta. Dari setiap uang tips yang diterima, disisihkan per minggu sebesar Rp100 ribu.
“Kami sudah ada tabungan bersifat wajib tiap minggunya, jadi pas ditutup selama bulan Ramadhan tidak kelimpungan buat kebutuhan selama bulan Puasa,” kata dia ditemui di Panti Wisma, Jum’at (5/6).
Ia mengatakan tabungan wajib per minggu adalah salah satu syarat bagi para penghuni lokalisasi. Uang tabungan dikumpulkan pihak pengelola atau resos di bank konvensional.
“Minimal uang tabungan Rp50 ribu, kadang malah ada yang jutaan perminggunya. Boleh diambil tiap liburan atau pas ada keperluan mendadak,” imbuh wanita yang sudah menghuni Sunan Kuning sejak tahun 2008 silam.
Sementara, Ketua Resos Argorejo, Suwandi mengatakan tabungan wajib tersebut adalah salah satu komitmen resos untuk meningkatkan kesejahteraan para PSK, selain berbagai keterampilan yang telah diberikan.
“Jadi kami imbau, setiap libur panjang tabungan yang mereka ambil tidak langsung dihabiskan. Tetapi dipindahkan ke bank masing-masing di kampung halamannya sebagai bekal mereka nantinya,” katanya.
Hingga saat ini, tercatat ada uang total senilai Rp800 juta dari 500 PSK yang menabung. “Hampir 80 persen penghuni rata-rata menabung,” pungkas dia.

()