Kairo, Aktual.com — Polisi Mesir pada Jumat (25/9) waktu Mesir mengatakan, telah menewaskan sembilan “teroris”, yang merencanakan serangan bertepatan dengan Idul Adha.

Serangan pegaris keras meningkat di negara berpenduduk terpadat di dunia Arab itu sejak tentara menggulingkan Presiden Mohamed Morsi pada 2013 dan setelah tindakan keras berdarah terhadap pendukungnya.

Serangan seperti itu biasa menyasar pasukan keamanan, khususnya di Semenanjung Sinai utara, tempat ratusan polisi dan tentara telah tewas.

Sembilan pegaris keras bersembunyi di peternakan unggas sebelah barat Kairo dan tewas setelah mereka melepaskan tembakan saat polisi datang untuk menangkap mereka, kata Kementerian Dalam Negeri.

Dikatakannya, tiga dari mereka memakai sabuk dengan bahan peledak.

“Ketika polisi mendekat, mereka melepaskan tembakan dan melemparkan beberapa alat peledak sehingga mendorong terjadinya bakutembak,” kata pernyataan itu.

Tiga perwira dan dua polisi terluka dalam konfrontasi tersebut yang berlangsung selama beberapa jam.

Pernyataan itu juga mengatakan pegaris keras menyiapkan serangkaian serangan untuk menandai Idul Adha, dengan senjata, bom dan granat.

Kementerian tersebut mengatakan sembilan jihadis telah “terlibat dalam beberapa operasi teroris”, termasuk serangan terhadap sebuah kantor polisi di Kairo pada 20 Agustus lalu yang melukai 29 orang termasuk enam polisi dan serangan di Konsulat Italia di ibu kota pada 11 Juli menewaskan seorang yang melintas.

Kedua serangan tersebut diklaim oleh kelompok terkait IS di Mesir.

Pegaris keras tersebut tewas pada Jumat saat berencana menyasar polisi dan tentara, pengadilan dan sarana penting lain, kata kementerian itu.

Lebih dari 1.400 orang telah tewas dan puluhan ribu dipenjarakan dalam tindakan keras terhadap pendukung Morsi dan Ikhwanul Muslimin.

Ratusan orang, termasuk Morsi telah dijatuhi hukuman mati dalam pengadilan massal.

()

(Arbie Marwan)