Jakarta, Aktual.co —Pelaksana Tugas Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI tahun 2014 yang masih banyak ‘tersisa’ untuk membiayai proyek-proyek di DKI saat ini.
‘Akal-akalan’ itu akan dilakukannya selama RAPBD DKI tahun 2015 masih belum diketok DPRD DKI yang terganjal persoalan belum terbentuknya alat kelengkapan dewan.
“Iya enak kan, sisanya cukup gede loh (APBD 2014) sampe Rp 80 triliun,” ujarnya di Balaikota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (28/10).
Kalau nanti RAPBD 2015 sudah disetujui DPRD DKI, kata Ahok, maka anggaran dari situ lah yang kemudian digunakan.
Diketahui, berdasarkan data dari Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULP) DKI Jakarta menyebutkan hingga September 2014 realisasi penyerapan APBD DKI tahun 2014 hanya mencapai Rp9,093 miliar, atau hanya 0,01 persen dari nilai APBD DKI 2014 yang mencapai Rp 72,9 triliun.
Diperkirakan, hingga akhir tahun serapan anggaran maksimal hanya mentok di 65 persen.

()