Ilustrasi Vaksin Non Halal

Padang, Aktual.com – Tim uji klinis vaksin di Padang, Sumatera Barat menargetkan 500 anak mengikuti uji klinis vaksin COVID-19 Indovac yang merupakan produksi anak bangsa dan telah mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia.

“Saat ini uji klinis sedang berlangsung dan sudah 37 anak yang divaksinasi,” kata Principal Investigator uji klinis vaksin dr Asrawati, M.Biomed, Sp.A(K) di Padang, Jumat.

Menurut dia, vaksin Indovac sudah digunakan untuk uji klinis 4.050 orang dewasa, yang telah diluncurkan oleh Presiden dan Menteri Kesehatan serta sudah keluar izin penggunaan oleh BPOM dan mendapatkan label halal.

“Uji klinis penting dilakukan pada anak untuk mendukung produksi vaksin dalam negeri dan memproduksi vaksin yang aman untuk anak Indonesia,” tutur dia.

Sasaran uji klinis adalah anak usia 12-17 tahun dalam kondisi sehat yang belum pernah vaksin COVID-19 serta mendapatkan izin dari orang tua.

Kemudian, tidak ada penyakit sistemik atau penyakit bawaan, tidak mengonsumsi obat yang menurunkan respon imun tubuh.

Lalu bersedia mengikuti rangkaian uji klinis sebanyak enam kali kunjungan serta akan dipantau kesehatannya selama satu tahun ke depan.

Ia meminta pihak sekolah dan tempat mengaji mengirimkan anak yang sesuai kriteria untuk dapat mengikuti uji klinis vaksin.

Ia menyampaikan masih banyak masyarakat yang belum mendapat informasi terkait program uji klinis ini dan sebagian besar anak sudah mendapat dosis 1 vaksin COVID-19.

Ada pun tim uji klinis vaksin di Padang yaitu yaitu dr. Asrawati, M.Biomed, Sp.A(K) selaku Principal Investigator, Sub Principal Investigator dr Fenty Anggraini, Sp.P(K) FAPSR, dr Afriani, Sp.P(K) Onk, Studi Coordinator dr Putri Awaliyah Deza, Study Coordinator dr. Martga Bella Rahimi, M.Biomed dan dr Vovinda Rujiana.

Sementara Wali Kota Padang Hendri Septa mendukung dan siap menyukseskan program nasional uji klinis vaksinasi COVID-19 ini karena telah diluncurkan oleh Presiden RI pada pertengahan Oktober 2022.

“Kami bersyukur Kota Padang ditetapkan sebagai salah satu daerah percontohan program ini. Untuk koordinasi teknis kami telah memerintahkan Dinas Kesehatan Kota Padang untuk memfasilitasi segala kebutuhan tim peneliti guna mempermudah akses program demi menjamin hak kesehatan anak di kota Padang,” kata dia.

Sementara Aktivis Perlindungan Anak Sumbar Wanda Leksmana mendukung uji klinis karena merupakan program pemenuhan hak anak atas kesehatan

“Apalagi saat ini telah ada vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang telah mendapatkan legitimasi lisensi aman, sehat dan halal dari BPOM RI,” ucapnya.

Menurutnya, peranan koordinasi dan kolaborasi dari institusi pendidikan seperti sekolah dan rumah ibadah dapat didorong untuk terlibat dalam program ini.

“Pada prinsipnya segala bentuk upaya kepentingan terbaik bagi anak yang telah dijamin oleh negara. Ihwal pemenuhan hak anak atas kesehatan harus didukung oleh semua pihak,” ujarnya.

(Warto'i)