Selain itu, luapan air Kali Kening juga merusak tanaman padi di Desa Margorejo, Brangkal, dan desa lainnya di Kecamatan Parengan, Tuban, selain juga tanaman tebu.

“Tanaman padi ini sebenarnya belum waktunya dipanen, tapi karena terendam air banjir terpaksa dipanen paksa,” ucap seorang petani Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Choiri yang bersama sejumlah pekerja memanen tanaman padi.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Nadif Ulfia, yang dimintai konfirmasi mengaku belum menerima laporan data kerusakan areal pertanian yang disebabkan banjir luapan Bengawan Solo dan banjir bandang.

“Belum ada laporan masuk dari kecamatan. Ketinggian air Bengawan Solo di Bojonegoro sekarang ini cenderung stabil,” ucapnya.

Data yang diperoleh menyebutkan ketinggian air Bengawan Solo (TBS) di Desa Ledokwetan, Kecamatan Kota, mencapai 14,52 meter (siaga kuning), Kamis pukul 10.00 WIB. Ketinggian air di TBS itu turun dibandingkan 1 jam lalu dengan ketinggian 14,53 meter.

(Abdul Hamid)