Kota Probolinggo, Jawa Timur, Aktual.com – Sebanyak 261 wisatawan Eropa yang menumpang kapal pesiar MS Amera dari Jerman mengunjungi sejumlah bangunan bersejarah di Kota Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (14/1) yang dikemas dalam “Heritage City Tour“.

“Kedatangan kapal pesiar MS Amera itu merupakan yang pertama kali pada 2023 dengan membawa wisatawan yang cukup banyak yakni 261 orang,” kata Kabid Promosi Pariwisata di Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Probolinggo Sudarso dalam keterangan tertulis yang diterima di Probolinggo, Rabu (25/1).

Menurutnya wilayah Kota Probolinggo yang berbatasan dengan laut di sebelah utara membawa keuntungan sendiri, salah satunya menjadi tempat bersandar kapal pesiar dari luar negeri.

“Setiap tahun ada sejumlah kapal pesiar yang bersandar dan menikmati pariwisata di Kota Probolinggo. Selama tahun 2022 sudah ada tujuh kapal pesiar, namun kunjungan terbanyak dari kapal MS Amera,” tuturnya.

Dengan mengangkat tema Heritage City Tour, lanjut dia, Pemerintah Kota Probolinggo mempromosikan berbagai tempat-tempat bersejarah yang memang banyak sekali ditemui di kota yang sudah berusia hampir 664 tahun itu.

Ia menjelaskan rombongan wisatawan dibagi menjadi dua kelompok dengan mengendarai becak yakni Pelabuhan menuju ke alun-alun, Klenteng Sumber Naga di Jalan WR Supratman, lalu ke Pasar Baru, berlanjut menuju Gereja Merah dan Museum Kota Probolinggo, ke Batik Manggur di Kademangan.

Di museum, para wisatawan disuguhi oleh atraksi tarian lokal yang menampilkan tari Kiprah Lengger dan Anampi Beras yang disajikan Bina Tari Bayu Kencana.

Salah satu wisatawan yang tinggal di Jerman, Joanna mengaku sangat senang dengan mengunjungi sejumlah tempat bersejarah di Kota Probolinggo.

“Saya begitu senang untuk berkunjung ke Kota Probolinggo, apalagi mengetahui akan diajari cara membatik. Saya mempunyai kain di rumah, dan ingin membatik dengan kain itu, nanti saya akan belajar bagaimana cara membatik,” katanya dengan bahasa Inggris.

Kapal Pesiar Amera berangkat dari Jerman sejak Desember 2022 dan akan pesiar berkeliling dunia selama 3 bulan atau tepatnya 125 hari. Sebelum ke Kota Probolinggo, kapal tersebut bersandar di Semarang, dan setelah dari Kota Probolinggo akan menuju ke Pulau Bali, sehingga total 10 hari kapal pesiar itu akan mengarungi lautan di wilayah Indonesia.

(Warto'i)