Jakarta, Aktual.co — Ratusan kepala keluarga di Kampung Cibuntu, Desa Cihea, Kecamatan Haurwangi, Cianjur, Jabar, diungsikan ke tempat aman karena pergerakan tanah sepajang 1000 meter, lebar 20 meter dengan kedalaman 50 centimeter.
Kepala Desa Cihea Supriatna, di Cianjur, Minggu (28/12), mengatakan, pergeseran tanah sudah terjadi sejak Sabtu menjelang malam, dan sebelumnya warga sempat mendengar suara menggelegar seperti terjadi gempa.
Sedikitnya 182 kepala keluarga terdiri dari 669 jiwa terpaksa mengungsi ke sejumlah tempat seperti di puskesmas pembantu, bangunan sekolah TK, MTS dan sejumlah tenda pengungsian, yang dinilai aman dari pergerakan tanah di kawasan tersebut.
Selang beberapa saat, puluhan rumah warga mulai miring karena pergerakan tanah terus terjadi dan meluas.
“Menurut hasil pendataan, di RT 01 ada 58 rumah dengan 60 KK dan 235 jiwa, RT 02 ada 65 rumah dengan 60 KK dan 199 jiwa, sedangkan di RT 03 ada 59 rumah dengan 63 KK dan 235 jiwa,” katanya.
Seluruh warga di tiga RT itu, langsung diungsikan ke tempat aman jauh dari jangkauan pergerakan tanah yang terus meluas guna menghindari jatuhnya korban jiwa karena kondisi rumah warga rentan ambruk akibat pergerakan tanah tersebut.
“Rata-rata rumah yang dilintasi pergerakan tanah mengalami kemiringan yang cukup rentan ambruk. Sehingga kami meminta warga untuk mengungsi dan tidak tinggal di dalam rumah,” katanya.
Selain merusak ratusan rumah warga, pergerakan tanah juga merusak jalan utama penghubung antar desa yang membentang di wilayah tersebut, sehingga jalan menuju Desa Kemang, yang letaknya bersebelahan dengan Desa Cihea, sulit dilalui kendaraan karena mengalami keretakan.
Artikel ini ditulis oleh:















