Jakarta, Aktual.co — Pengamat mengkritisi sikap Menteri BUMN, Rini Soemarno yang akan memilih jajaran direksi maupun komisaris dengaan cara penunjukan langsung.
Pasalnya, hal itu membuka kekhawatiran jika yang ditunjuk adalah orang-orang tidak berkompeten atau orang-orang loyalis terhadapnya bukan kepada negara.
Demikian disampaikan Ray Rangkuti dalam acara diskusi GDR Indonesia bertajuk ‘Ayo Bersih-bersih: Cegah Mafia, Koruptor, Pelanggar HAM dan Kroni masuk BUMN’, di Gedung Menteng Huis Jl. Cikini Raya Jakarta Pusat, Kamis (6/11).
“Kami mendengar akan ada rekruitmen besar-besaran di BUMN. Menteri BUMN akan tunjuk langsung direksi BUMN. Kami terkejut dengar hal itu, kami khawatir para pihak yang tidak kompeten bisa masuk ke jajaran direksi,” kata dia.
Direktur Lingkar Madani (LIMA) ini mengatakan hal itu tidak transparan. Sehingga, ucap dia, langkah Menteri Rini yang menunjuk langsung orang-orang yang akan mengisi posisi direktur utama di beberapa BUMN ini berpotensi akan banyak agenda terselubung di dalamnya.
“Kami mau fokus sejauh apa efek dari rekruitmen struktur petinggi BUMN kalau mekanisme seperti yang disebut Rini itu tanpa partisipasi publik dan fit and proper test,” seru dia.
“Apakah orang-orang ini (yang ditunjuk Rini) nantinya bisa dipercaya,” tandasnya.
Sempat diberitakan sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno memasang target posisi direktur utama yang kosong di perusahaan negara akan terisi dalam waktu satu bulan.
Rini sendiri telah menunjuk Indra Utoyo Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) dan Edi Sukmoro sebagai Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI).

(Novrizal Sikumbang)

()