Bupati Meki Nawipa, berjalan kaki dua malam saat meninjau pembangunan sejumlah infrastruktur di Distrik Youtadi, Kabupaten Paniai. Progres pembangunan tiga ruang kelas SD YPPGI dan Gereja GKII Distrik Youtadi saat ini sudah mencapai 80% “ditargetkan selesai Desember 2020,” ujar Nawipa, belum lama ini. Biaya pembangunan ruang kelas dan gereja ini kan memakai APBD. Bupati mengaku prihatin dengan kondisi Distrik Youtadi karena letak geografisnya yang sangat terisolir, sehingga harus memaksimalkan pembangunan pelayanan publik di sektor pendidikan, dan juga gereja. Bahkan selama 23 tahun Kabupaten Paniai berdiri, baru ada pembangunan secara fisik di distrik tersebut. AKTUAL/Eko S Hilman

Jayapura, Aktual.com – Pemerintah telah merealisasikan pencairan anggaran sektor padat karya tunai untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebagai dampak pandemi COVID-19 di Provinsi Papua hingga triwulan III 2020 mencapai sebesar Rp357,2 miliar.

Realisasi anggaran padat karya itu tersebar di tiga kementerian yakni Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Pertanian.

“Untuk program sektor padat karya yang telah dilaksanakan Kementerian PUPR, terealisasi Rp343,3 miliar atau 71,9 persen dari target Rp477,9 miliar, Kementerian Perhubungan sebesar Rp11,3 miliar atau 67,4 persen dari pagu sebesar Rp16,7 miliar dan Kementerian Pertanian realisasinya Rp2,6 miliar atau 36,7 persen dari pagu Rp7,2 miliar,” ungkap Kepala Kanwil Direktorat Perbendaharaan Provinsi Papua Syaiful dalam keterangan tertulis, yang diterima di Jayapura, Papua, Minggu(18/10).

Ia mengatakan dana PEN sektor padat karya di Provinsi Papua itu telah menyerap lapangan kerja untuk PUPR 5.762 orang, Kementerian Perhubungan 170 tenaga kerja, dan Kementerian Pertanian 9.960 orang tenaga kerja.

Untuk klaster sektor kementerian, lembaga, dan pemda, lanjutnya, hingga triwulan tiga 2020 telah terealisasi sebesar Rp82,5 miliar.

Sedangkan untuk realisasi pencairan dana subsidi gaji atau upah, menurut Syaiful, sampai 30 September 2020 jumlah peserta sebanyak 58.861 orang yang masing-masing Rp1,2 juta, sehingga keseluruhan yang telah tersalurkan sebesar Rp68,2 miliar.

Untuk klaster usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam bentuk bantuan produktif, lanjutnya, alokasi dana PEN terealisasi sebesar Rp33,2 miliar, yang disalurkan kepada 173.168 UMKM di Provinsi Papua.(Antara)

(Warto'i)