Kawal proses pemilihan Dirut Pertamina agar terlepas dari bayang-bayang mafia migas. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com -Direktur ReforMiner Institute, Komaidi Noto Negoro menilai pemilihan Dirut defenitif PT Pertamina (Persero) segera dilakukan dan tepat agar terjadi akselerasi bisnis seiring dengan tantangan yang kian berat.

Secara kepentingan, dia memahami memang pemilihan Dirut BUMN berbeda dengan pemilihan Dirut pada perusahaan swasta umumnya. Penunjukan seorang Dirut BUMN dituntut semampu mungkin menjadi perekat beberapa lapisan kalangan. Namun buka berarti hal ini sebagai legistimasi untuk berlama-lama menetapkan defenitif Dirut.

Direktur ReforMiner Institute, Komaidi Noto Negoro
Direktur ReforMiner Institute, Komaidi Noto Negoro

“Jadi pemilihan Dirut defenitif ini bersifat mendesak. Bahwa harus dilakukan dengan secara hati-hati, itu benar, tapi bukan berati melegistimasi untuk berlama-lama. Kan berhati-hati tidak berarti lambat,” katanya kepada Aktual.com, Selasa (14/3)

Berkaitan dengan pemilihan Dirut Pertamina ini, menempatkan nama Rachmad Hardari disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat. Namun Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik ( Puskepi), Sofyano Zakaria mengaku mendapat informasi dari internal PT Pertamina (Persero) bahwa track record Rachmad Hardadi tidak begitu memiliki prestasi.

Kinerja Hardadi yang datar itu perlu menjadi catatan negatif bagi pemangku kebijakan untuk lebih selektif dalam memutuskan orang yang layak menahkodai perusahan migas nasional itu.

“Menurut beberapa sumber dari internal Pertamina, Rachmad Hardadi dinilai biasa-biasa saja prestasinya ketika menjadi Direktur Pengolahan, bahkan cenderung dinilai tidak sukses,” kata Sofyano kepada Aktual.com, Selasa (7/3)

Pewarta : Dadangsah Dapunta

Artikel ini ditulis oleh:

Bawaan Situs