Jakarta, Aktual.co — Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini kerap menyebut istilah kriminalisasi dan rekayasa kasus terutama setelah ditetapkannya Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto sebagai tersangka.
Menurut juru bicara Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI),  Ma’mun Murod Alhabsy, apa yang menimpa Bambang Widjojanto (BW) dan Ketua KPK, Abraham Samad (AS), merupakan karma.
“Saya sampai saat ini masih yakin kasus Anas penuh rekayasa. sekarang BW dan AS lagi menikmati perlakuan yang sama sebagaimana ketika mereka berdua memperlakukan Anas,” kata dia, ketika berbincang dengan Aktual.co, Rabu (4/2).
Menurut dia, ada kesamaan perlakuan yang menimpa BW dan Abraham dengan Anas. Namun ketika itu, dua orang pimpinan KPK tersebut adalah toko yang dianggap Ma’mun sebagai perekayasa kasus Anas.
“BW mempertanyakan banyak hal terkait statusnya sebagai tersangka, persis ketika Anas ditersangkakan oleh kpk. AS juga lagi menikmati masalah dia terkait pertemuan politik terkait Cawapres, persis ketika JPU KPK secara imajiner mendakwa anas pengin jadi Presiden,” kata dia. 
Kembali lagi, Ma’mun menyebut apa yang menimpa BW dan AS adalah sebuah karma dari perbuatan mereka dimasa lalu.
“Apa yang menimpa BW dan AS hanya perupa pengulangan drama politik yang sama yang pernah diperankan oleh Anas. Sekarang BW dan AS lagi memerankan peran yang sama,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby