Jakarta, Aktual.co —  BP Berau Ltd menetapkan dua konsorsium yakni PT Tripatra Engineers and Constructors dan PT Rekayasa Industri memperoleh kontrak pekerjaan Proyek Ekspansi Tangguh, Papua Barat.

Ketua Eksekutif Grup BP Bob Dudley mengatakan kedua konsorsium tersebut akan mengerjakan desain rinci (front end engineering and design/FEED) Proyek Ekspansi Tangguh yang berlokasi di darat.

“‘Onshore’ FEED ini direncanakan berjalan selama 12 bulan dengan pekerjaan yang mencakup ‘train’ (kilang) LNG baru, LNG ‘jetty’ (dermaga) dan infrastruktur terkait,” ujar Bob Dudley dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (22/10).

Konsorsium PT Tripatra Engineers and Constructors mencakup PT Tripatra Engineering, PT Chiyoda International Indonesia, PT Saipem Indonesia, PT Suluh Ardhi Engineering, dan Chiyoda Corporation Consortium.

PT Rekayasa Industri termasuk JGC Corporation, PT KBR Indonesia, dan PT JGC Indonesia Consortium.

“Persetujuan lebih lanjut dari pemerintah dan para mitra dibutuhkan sebelum keputusan akhir investasi (final investment decision/FID) dapat diambil,” kata Dudley.

Proyek Ekspansi Tangguh dengan perkiraan nilai investasi 12 miliar dolar AS adalah pembangunan “train” LNG ketiga melanjutkan dua kilang yang sudah berproduksi sejak 2009 di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

Train 3 direncanakan menambah 3,8 juta ton kapasitas LNG per tahun, sehingga kapasitas keseluruhan menjadi 11,4 juta ton per tahun. Pemerintah sudah menetapkan 40 persen produksi “train” 3 Tangguh untuk kepentingan domestik yakni PT PLN (Persero).

Pada Jumat (17/10), BP menandatangani kontrak pasokan 400 kargo LNG untuk PLN. Sebagian besar pasokan LNG tersebut berasal dari “train” 3 Tangguh, selain dua kilang lainnya.

BP Berau Ltd memegang 37,16 persen saham di Proyek Tangguh. Selain BP, pemegang saham lainnya adalah MI Berau BV 16,30 persen, CNOOC Muturi Ltd 13,9 persen, Nippon Oil Exploration (Berau) Ltd 12,23 persen, KG Berau/KG Wiriagar 10 persen, Indonesia Natural Gas Resources Muturi Inc 7,35 persen, dan Talisman Wiriagar Overseas Ltd 3,06 persen

(Eka)