Jakarta, Aktual.co — Polemik tarik ulur dalam pembentukan kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo- Jusuf Kalla menghadapi situsi dilematis. Pasalnya, beberapa nama calon menteri dikabarkan mempunyai track-record buruk sehingga berdampak pada jalannya pemerintahan baru.
Artinya, tidak menutup kemungkinan jika kabinet nantinya diisi oleh orang-orang yang punya kejahatan masa lalu maupun tindak pidana korupsi hingga mafia.
Demikian disampaikan Ketua Seknas Jokowi, M. Yamin dalam konfrensi persnya, di Bumbu Desa, Jakarta Pusat, Sabtu (25/10).
“Jangan sampai ketika diumumkan, kabinetnya diisi oleh orang-orang yang tidak lulus KPK (PPATK), orang  oportunis atau orang-orang yang didukung oleh mafia dalam kabinet Jokowi nantinya,” ucap dia.
Ia pun mengingatkan, agar Presiden Jokowi menempatkan orang-orang yang bersih dalam kabinetnya. Pasalnya, sambung Yamin, kirab budaya yang diikuti oleh ratusan ribu masyarakat di Monas, menunjukan antusias rakyat Indonesia menyambut presiden baru dan bersih.
“Karena itu kabinetnya pun harus seperti itu, melihat tarik ulur pembentukan kabinet ini, tentu dapat membuat rakyat khawartir, keinginan Pak Jokowi menjadi kabinet bersih,” tandasnya.

(Novrizal Sikumbang)

(Nebby)