Jakarta, Aktual.co — Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp500 per liter oleh pemerintah terus menuai kritik, dan dinilai dapat memicu kekacauan politik dan ekonomi Indonesia.
Demikian dikatakan Direktur Executif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean saat berbincang dengan aktual.co, di Jakarta, Minggu (29/3).
“Baiknya pemerintah menetapkan harga minyak flat untuk 1 tahun, supaya bangsa ini terhindar dari kekacauan politik dan kekacauan sosial serta kekacauan ekonomi akibat fluktuasi harga bbm yang selalu bergerak,” ujar dia.
Sementara itu, ketika ditanyakan apakah dirinya melihat ada indikasi untuk membuat kegaduhan baik secara politik maupun ekonomi saat ini?.  Ia membenarkan bahwa ada yang sedang ‘memancing di air keruh’.
“Saya menganalisa ada pihak tertentu yang senang dengan situasi politik ekonomi yang kacau. Ada yang mengambil untung bila terjadi kegaduhan. Ini yang harus diwaspadai mengingat saat ini banyak pihak yang sedang bermain dan memancing di air keruh,” tandas aktivis Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Nebby