Jakarta, Aktual.com – Kerajaan Inggris Raya atau Britania Raya resmi memiliki raja baru, pada Jumat (9/9). Dia adalah Charles III, sebelumnya bergelar Pangeran Wales, anak mendiang Ratu Elizabeth II wafat Kamis (8/9).

Pria berusia 73 ini, dikutip dari RRI, memiliki nama lengkap Charles Philip Arthur George. Raja Charles III akan melakukan berbagai kegiatan dalam menjalani tugas memimpin kerajaan.

Inggris Raya selama ini dikenal sebagai kerajaan pemilik 14 komunitas negara Persemakmuran di dunia. Berikut ini penjelasan berbagai pengaruh dan tugas Raja Inggris Raya dilansir dari laman Kantor Berita Inggris BBC.

Raja adalah kepala negara Britania Raya. Namun kekuatannya hanya simbolis dan tetap netral secara politik.

Perdana menteri Inggris, biasanya bertemu dengan Raja di Istana Buckingham, London, setiap Rabu. Pertemuan itu guna mendapatkan penjelasan tentang isu di pemerintahan.

Namun, pertemuan ini tidak resmi dan tidak ada catatan apa yang dibicarakan. Raja Inggris Raya juga merupakan anggota dalam sejumlah fungsi parlementer.

Selain itu, Raja akan menjamu kepala negara berkunjung dan bertemu dengan para duta besar asing. Selain itu, dan komisaris tinggi berbasis di Inggris.

Dia biasanya akan memimpin acara tahunan Remembrance guna mengenang orang-orang tewas. Tepatnya, dalam peperangan di Cenotaph, London, pada November.

Raja baru adalah kepala Persemakmuran terdiri dari 56 negara merdeka dengan populasi 2,4 miliar orang. Untuk 14 negara ini, yang dikenal sebagai komunitas Persemakmuran, Raja juga kepala negara.

Namun, sejak Barbados menjadi republik pada tahun 2021 terjadi juga perubahan. Sebab, sejumlah negara anggota Persemakmuran dari Karibia lainnya telah mempertimbangkan untuk melakukan hal serupa.

Kemudian gambar Raja Charles III akan menggantikan gambar ibunya pada perangko baru Royal Mail, uang kertas Bank of England. Selain itu, kata-kata pada paspor Inggris akan diperbarui menjadi “His Majesty” dari sebelumnya “Her Majesty”.

Selanjutnya, lirik lagu kebangsaan Inggris akan menjadi “God Save the King”.

Tiga tugas utama Raja Inggris Raya:

1) Mengangkat pemerintahan

Pemimpin partai yang menang dalam pemilu, biasanya dipanggil ke Istana Buckingham. Mereka diminta secara resmi membentuk pemerintahan, dan Raja juga secara resmi membubarkan pemerintahan sebelum pemilu.

2) Upacara pembukaan parlemen dengan pidato Raja

Raja akan memulai sesi parlemen dengan upacara pembukaan resmi. Dia akan menetapkan rencana pemerintah dalam pidato di depan parlemen.

3) Persetujuan Kerajaan

Ketika sebuah undang-undang disahkan melalui parlemen, harus secara resmi disetujui oleh Raja untuk menjadi undang-undang. Terakhir kali Persetujuan Kerajaan ditolak adalah pada tahun 1708.

(Warto'i)