Surabaya, AKtual.com – Koalisi organisasi dan komunitas driver online se-Jawa Timur akan melakukan aksi demontrasi di sejumlah titik di Kota Surabaya pada Selasa (15/9).

Aksi yang dinamai Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (Frontal) Jilid 2 ini akan menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kebijakan selama masa pandemik Covid-19.

“Tuntutan kita minta evaluasi potongan 20 persen dari aplikator, kalau bisa di gratiskan. Karena pendapatan kita turun 50 persen sampai 75 persen. Lalu pembagian bantuan sosial dari pemerintah yang tidak merata untuk driver online,” kata Humas Frontal Jilid 2, Daniel Lukas Rorong kepada Pro-3 RRI, Selasa (15/9).

Lebih jauh, Daniel pun meminta agar zona merah di Jawa Timur dibuka untuk transportasi online di beberapa wilayah, khususin di Pelabuhan, Terminal, dan Stasiun Kereta Api.

“Karena masih ada driver online yang mengambil kredit di leasing selama masa pandemik tanpa ada keringanan kebijakan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Daniel mengharapkan, Dinas Perhubungan Jawa Timur bisa melakukan penertiban aplikator baru transportasi online yang tidak memiliki kantor di masing-masing wilayah.

“Karena mereka ini tidak memakai atribut, dan penentuan tarifnya terlalu murah sehingga merugikan mitra driver,” ujarnya.

Adapun rute demo driver online besar-besaran ini meliputi Jalan Ahmad Yani – Wonokromo – Raya Darmo – Urip Sumoharjo – Basuki Rachmad – Embong Malang – Blauran – Bubutan – Indrapura – Rajawali – Veteran – Pahlawan – Gemblongan – Tunjungan – Gubernur Suryo – Panglima Sudirman – Polisi Istimewa – Dinoyo – Ngagel – Raya Gubeng – Pemuda – Simpang Dukuh – Gubernur Suryo. Sementara sasaran mereka adalah Dishub Jawa Timur, Diskominfo Jawa Timur, Polda Jawa Timur, KPPU Jawa Timur, DPRD Jawa Timur, Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan, Kantor Gojek di Jalan Ngagel, Kantor Grab di Jalan Pemuda (Depan WTC), dan berakhir di Grahadi.

“Semoga ada hasil yang memuaskan dan semua tuntutan kami dipenuhi. Kita juga minta maaf kepada masyarakat, terkait aksi unjuk rasa hari ini,” pungkasnya.(RRI)

(Warto'i)