Jakarta, Aktual.com – Ribuan prajurit TNI yang berada di lingkungan Mabes TNI, Jakarta Timur, Rabu (3/3), melakukan vaksinasi COVID-19 untuk menekan penyebaran virus mematikan itu di Indonesia.

“Pagi hari ini di Mabes TNI, kita laksanakan vaksinasi secara massal. Dan ini sudah hari ketiga. Hari ini adalah hari untuk sasaran yang lebih besar. Jadi kita harapkan hari ini bisa 1.500 personel, tapi tadi sasaran ditetapkan 1.200 personel,” kata Kapuskes TNI Mayjen TNI Tugas Ratmono di sela-sela vaksinasi COVID-19, di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap.
Menurut dia, prajurit TNI yang melakukan vaksinasi pada Rabu ini adalah prajurit yang sering berhadapan langsung dengan publik, salah satunya personel yang menegakkan pendisiplinan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) dan kepada masyarakat.
“Ini juga termasuk bagi personel yang melakukan¬†Tracer¬†COVID-19,” kata Ratmono.
Menurut dia, Kemenkes menyediakan vaksin untuk prajurit TNI sebanyak 125 ribu dosis. Hingga empat hari ke depan, diharapkan 9.396 prajurit telah menerima vaksin.
“Utamanya memang di seluruh jajaran TNI untuk para Babinsa, Babinpotmar, dan Babinpotdirga. Karena mereka kita latih sebagai¬†tracer. Ini adalah sasaran prioritas saat ini sesuai dengan kebijakan-kebijakan yang sudah ditentukan,” ujarnya.
Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dalam rangka mendukung program pemerintah dalam upaya percepatan penanggulangan dan pencegahan penyebaran COVID-19.
Sasaran vaksinasi secara kuantitatif yaitu Prajurit dan PNS Mabes TNI serta keluarga dan Warga Negara Indonesia yang berusia lebih dari 18 tahun yang terdaftar sebagai sasaran penerima vaksinasi COVID-19 di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL) jajaran Kesehatan TNI.
Sedangkan kualitatif yaitu terciptanya kekebalan sosial terhadap COVID-19, bagi Prajurit dan PNS Mabes TNI.
Target dan Sasaran Vaksinasi COVID-19 di Unit Organisasi (UO) Mabes TNI berjumlah sekitar 18.763 orang. Terdiri dari Nakes UO Mabes TNI 226 orang dan Non Nakes UO Mabes TNI 18.537 orang.(Antara)
(Warto'i)