Yogyakarta, Aktual.co — Ribuan warga Yogyakarta merayakan peringatan hari Maulud Nabi dengan mengikuti Grebeg Maulud yang digelar Kraton Yogyakarta bertempat di Alun-alun Utara dan Kompleks Masjid Gede Kauman Yogyakarta, pada Sabtu (03/01/2014).
Prosesi Grebeg diawali dengan keluarnya iring-iringan tujuh buah Gunungan dari Kraton menuju Masjid Gede Kauman dengan dikawal sejumlah Prajurit Bregodo Kraton dan 4 ekor gajah. Iring-iringan gunungan berjalan melewati Alun-alun Utara menuju 3 tempat lokasi perebutan. Yakni, Masjid Gede Kauman, Puro Pakualaman dan Kepatihan.
Di Masjid Gede Kauman, ribuan warga masyarakat telah menunggu kehadiran lima buah gunungan sejak pagi. Mereka berdatangan dari berbagai daerah untuk Ngalap Berkah gunungan yang berupa hasil Bumi baik sayur buah-buahan maupun makanan tradisional.
Begitu kelima buah gunungan selesai didoakan oleh Penghulu Masjid, ribuan warga tanpa dikomando langsung menyerbu dan ‘merayah’ semua gunungan tersebut. Tak sampai 5 menit, kelima gunungan itu pun ludes tak menyisakan apapun. Semua benda yang melekat pada gunungan diambil warga mulai dari wajik, kacang panjang hingga bambu penyangga gunungan.
Yang mengherankan, saat semua gunungan telah ludes dirayah warga, sejumlah orang yang tak kebagian pun nampak masih mengorek-ngorek pasir mencari sisa gunungan di sekitar tempat rayahan. Mereka nampak mengambil sisa-sisa bagian gunungan yang terjatuh.
“Ini bisa mendatangkan berkah. Baik kelancaran rejeki hingga keselamatan,” ujar salah seorang warga, Jumali (44) asal Pengasih Kulonprogo.
Artikel ini ditulis oleh:















