Jakarta, Aktual.co — Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini dijadwalkan akan merilis data-data terkait ekonomi makro Indonesia, termasuk diantaranya terkait nilai tukar eceran Rupiah pada Februari 2105. Selain itu, BPS juga akan merilis perkembangan ekspor dan impor (Eksim) Indonesia dan perkembangan upah pekerja/buruh Februari 2015.
Sejak sebulan lalu, pergerekan mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat kian melemah tajam. Namun dengan pelemahan tersebut diharapkan menjadi potensi bagi ekspor Indonesia untuk dapat meningkat.
“Angka-angka tersebut akan diumumkan oleh Kepala BPS, Suryamin, dalam acara jumpa pers,” ujar Kepala Humas BPS Yeane Irmaningrum dalam undangannya kepada wartawan, di Jakarta, Senin (16/3/2015).
Berdasarkan data BPS pada Agustus 2014, ekspor Indonesia mengalami peningkatan sebesar 2,48 persen, pun dengan impor yang meningkat sebesar 5,05 persen dibandingkan Juli 2014.
Peningkatan tersebut disebabkan oleh meningkatnya ekspor nonmigas sebesar 2,14 persen mencapai USD11,88 miliar dibandingkan Juli 2014. Sementara itu, ekspor migas naik sekira 4,08 persen USD2,496 miliar menjadi USD2,6 miliar. Masih dari data periode yang sama, nilai impor Indonesia sepanjang Agustus 2014 mencapai USD14,79 miliar atau naik 5,05 persen dibanding Juli 2014.
Artikel ini ditulis oleh:











