Jakarta, Aktual.co —‎Ketua Koalisi Anti Utang dan Anti Neolib Dani Setiawan menduga agenda Trisakti Presiden Joko Widodo tengah dibajak oleh pihak-pihak tertentu di tingkat internal. Mereka masuk dengan menggunakan berbagai cara untuk memuluskan langkahnya menguasai pemerintahan. 
“Sebenarnya kalau dilihat dari nama-nama yang kembali muncul, khususnya pos kementerian bidang perekonomian, kita bisa katakan, orang-orang yang akan ditempatkan di pos itu tidak punya komitmen untuk jalankan agenda Trisaksi,” tegas Dani kepada Aktual.co, Sabtu (25/10).
Salah satu nama dimaksud adalah mantan pimpinan Tim Transisi Rini Soemarno. Selain itu juga ada nama Bambang Bojonegoro. Padahal yang bersangkutan mempunyai track-record buruk dibidang perekonomian Indonesia. 
Pemikiran dan tindakannya selama ini tidak mencerminkan agenda Trisaksi, agenda yang menjadi komitmen Jokowi sejak pilpres. 
Dani menyayangkan apabila nama Rini dan Bambang nantinya benar-benar masuk dalam kabinet baru. 
“Sangat disayangkan kalau Rini masuk, juga nama Bambang Brojonegroro yang disebut-sebut sebagai Menkeu. Saya kira itu bukan nama akan melaksanakan ekonomi pro rakyat atau agenda Trisakti,” jelasnya.
Apakah nantinya Presiden berlaku tegas dalam menggunakan hak prerogratifnya, Dani ragu. Keraguannya didasarkan atas kemunculan nama-nama calon menteri beraliran neolib di media belakangan dan kedatangannya di Istana Negara. 
“Saya ragu kalau lihat dari info yang beredar sehari dua hari terakhir, termasuk yang dipanggil ke Istana, mereka itu tidak representasikan ekonomi kerakyatan, ekonomi Trisakti. Saya melihat agenda Trisakti akan dibajak oleh orang-orang ini,” tegas Dani.

(Andy Abdul Hamid)