Jakarta, Aktual.co — Seorang anggota pasukan elit Amerika Serikat, Navy Seal, bernama Rob O’Neill mengaku jika dirinya adalah penembak mati buronan teroris nomor satu AS Osama bin Laden.
Meski dia sudah diminta untuk merahasiakan identitasnya, dan jika melanggar akan dikeluarkan dari pasukan elit yang sudah dia bela selama 16 tahun itu. Namun, O’Neill tak peduli, dia memilih buka suara melalui televisi Fox.
O’Neill mengatakan, dirinya membunuh orang yang diyakini AS sebagai dalang serangan teroris ke gedung kembar World Trade Center (WTC) tahun 2001 itu dari jarak dekat dengan tiga tembakan langsung ke kepalanya. Hal itu dia lakukan dalam sebuah serangan ke kediaman rahasia Osama di Abbottabad, Pakistan. 
Dalam wawancara dengan Fox, O’Neill menceritakan bagaimana dirinya selalu waspada sejak operasi tersebut. Dia mengatakan meminta sang istri mempersiapkan tas yang bisa dibawa sewaktu-waktu dalam keadaan darurat.
Bahkan, tahun lalu, dia berencana untuk mengganti nama anak-anaknya atas alasan keamanan. Osama bin Laden diklaim tewas oleh AS pada tanggal 2 Mei 2011.
Sedangkan menurut MailOnline, yang berhasil mewawancarai ayah O’Neill, Tom menyebut, keberanian O’Neill mengungkap identitas ini memicu beragam pertanyaan. Ayah O’Neill mengaku tidak khawatir akan potensi ancaman yang mengintai keluarga mereka.
 “Orang-orang bertanya apakah kami khawatir ISIS akan datang dan mendapatkan kami karena Rob (O’Neill) menyatakan diri (sebagai pembunuh Osama). Saya katakan, saya akan menggambar sebuah lingkaran target besar di depan pintu saya dan mengatakan datang dan dapatkan kami,” kata Tom.
O’Neill lahir di Negara Bagian Montana, Amerika Serikat. Kini, dirinya bekerja sebagai seorang pembicara motivasi. 
Kisah tentang penembak Osama Bin Laden telah muncul dalam sejumlah laporan sebelumnya, tetapi tanpa menyebut nama. Pada Maret 2013, majalah Esquire menerbitkan sebuah laporan berdasarkan wawancara dengan “orang yang menembak dan membunuh Osama bin Laden”. Namun, Esquire tidak mengungkap nama orang itu. Dalam perkembangan yang kini ditambahkan pada laporan itu, majalah tersebut menyatakan bahwa orang itu telah diungkapkan dan dikukuhkan sebagai O’Neill.

()