Jakarta, Aktual.co — Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Roby Arya, berharap Pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla mendatang mampu mengakomodir kebutuhan KPK.  Menurutnya, saat ini yang menjadi kebutuhan pokok bagi KPK adalah penambahan anggaran dan penyidik.
Akomodir itu pun, menjadi sebuah ujian bagi Jokowi apakah berkomitmen dalam pemberantasan korupsi.
“Jadi pemerintahan selanjutnya, kalau punya komitmen dalam pemberantasan korupsi yang harus dilakukan adalah nambahpenyidik dan anggaran,” ujar dia, ketika dihubungi, Kamis (16/10).
Ia pun menyatakan, kalau terpilih nanti akan mencoba meyakinkan Jokowi agar mau mengabulkan kebutuhan pokok tersebut.
“Indikator sebuah pemerintahan itu mendukung pemberantasan korupsisalah satunya dengan memberikan anggaran dan SDM yang memadai. Kalau keduanya terbatas bagaimana bekerjan maksimal?,” ujar Roby.
Terlebih sambung dia, untuk urusan penyidik KPK, dimana hal itu harus diutamakan. Pasalnya,  akibat kekurangan personel penyidik tersebut berimbas pada pandangan bahwa KPK tebang pilih dalam memproses sebuah kasus.
“Ya mudah-mudahan kita lihat saja nanti pemerintahan yang baru akan nambah penyidik atau tidak,” Tutupnya
Dua nama yang akan diserahkan Presiden SBY ke DPR yakni, Busyro Muqoddas dan Robby Arya Brata. Busyro sendiri merupakan calon incumben, sementara Robby adalah Kepala Bidang Hubungan Internasional Sekretariat Kabinet.
Kedua nama ini, menyingkirkan empat orang lain dalam tes wawancara capim KPK yaitu mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah I Wayan Sudirta,  jurnalis dan advokat Ahmad Taufik, dosen hukum Universitas Pelita Harapan Jamin Ginting dan spesialis perencanaan dan anggaran Biro Rencana Keuangan KPK Subagio.

(Nebby)