Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy atau Rommy
Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy atau Rommy

Jakarta, Aktual.com – Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy yakin Ganjar Pranowo dapat menang dalam Pilpres 2024. Meskipun dukungan partai politik lebih besar untuk Prabowo Subianto.

Keyakinan ini didasarkan pada Pilpres 2014. Jokowi berhasil mengalahkan Prabowo meski dukungan partai politik lebih rendah.

“2014 itu Pak Prabowo juga didukung oleh 6 partai politik bahkan termasuk PPP pada saat itu dan empat partai politik yang lain mendukung Pak Jokowi. Pak Jokowi juga tidak berada di dalam pusat kekuasaan di tingkat nasional tetapi Alhamdulillah qodarullah Pak Jokowi terpilih,” kata Rommy ditemui di Rumah Aspirasi, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/8).

Dia yakin Ganjar akan memenangkan Pemilu 2024 lagi. Sebab PPP dan PDI-P akan bersama partai pendukung Ganjar lainnya, Perindo dan Hanura, bekerja keras.

“Saya katakan tadi tidak gentar karena hal yang serupa bahkan sudah lebih banyak lagi pernah dilakukan dukungan partai-partai politik pada Pak Prabowo,” ujarnya.

“Karena itu kami masih meyakini bahwa Mas Ganjar memiliki peluang yang lebih dari cukup untuk mendulang dukungan,” sambung dia.

Rommy meyakini bahwa setelah menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah hingga 5 September, Ganjar diyakini akan bangkit dan meraih dukungan masyarakat, ujar Rommy.

Sebab, setelah tak lagi jadi gubernur, Ganjar tentu tidak lagi dibatasi waktu untuk menyapa dan mendengarkan keluhan seluruh masyarakat Indonesia.

“Tidak terbatasi lagi antara Sabtu dan Minggu saja. Tapi sudah sepanjang tujuh kali seminggu, 24 jam sehari, sehingga memang kami meyakini akan ada rebound dukungan atas safari yang beliau lakukan,” imbuh Rommy.

Dia yakin Ganjar bisa mendapatkan dukungan dari partai politik di parlemen. Dia menganggap setiap partai memiliki peluang untuk diajak bekerja sama.

“Karena di Indonesia sebagai sebuah demokrasi Pancasila tidak dikenal konsep oposisi. Pada dasarnya setiap pemenang pemilu itu tidak memiliki kesulitan yang berarti dan itu dibuktikan oleh Pak SBY, dibuktikan oleh Pak Jokowi, untuk mendapatkan dukungan mayoritas di parlemen,” ujar Rommy.

 

Artikel ini ditulis oleh:

Arie Saputra