Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa diproyeksikan melemah tertekan kenaikan inflasi global.

Rupiah pagi ini bergerak menguat 2 poin atau 0,01 persen ke posisi Rp14.391 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.393 per dolar AS.

“Nilai tukar rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS hari ini. Faktor yang menjadi penekan rupiah masih sama yaitu kenaikan inflasi global dan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS,” kata Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Selasa (8/2).

Selain itu faktor penekan bagi rupiah lainnya yaitu tren kenaikan harga minyak mentah yang memberikan dorongan tambahan kenaikan inflasi.Kemudian penurunan surplus neraca perdagangan Indonesia dan gelombang ketiga COVID-19 di Tanah Air yang memicu pengetatan pembatasan aktivitas ekonomi, juga bisa melemahkan rupiah.

“Di sisi lain, sentimen positif pelaku pasar terhadap aset berisiko terutama pasar saham bisa menjaga pelemahan rupiah tidak terlalu dalam,” ujar Ariston.

Menurut Ariston, pelaku pasar masih optimistis terhadap pemulihan ekonomi di tengah pandemi dengan membaiknya pendapatan perusahaan.

“Pertumbuhan PDB Indonesia yang sesuai target juga membantu menumbuhkan kepercayaan pelaku pasar terhadap pemulihan ekonomi yang bisa menahan pelemahan rupiah,” ujar Ariston.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2021 tumbuh 1,06 persen (qtq) dan jika bandingkan dengan triwulan IV-2020 tumbuh 5,02 persen (yoy).

Dengan demikian, perekonomian Indonesia secara kumulatif sepanjang 2021 berhasil tumbuh positif mencapai 3,69 persen atau lebih baik dibandingkan 2020 yang mengalami kontraksi 2,07 persen.

Ariston memperkirakan rupiah hari ini berpotensi melemah ke Rp14.420 per dolar AS dengan potensi support di kisaran Rp14.380 per dolar AS.Pada Senin (7/2) rupiah ditutup melemah 13 poin atau 0,09 persen ke posisi Rp14.393 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.380 per dolar AS.

(Antara)

(A. Hilmi)