Berdasarkan data yang diterbitkan BI pagi ini, kurs rupiah berada di angka Rp13.329 per dolar AS, terdepresiasi tipis 0,2% atau 3 poin dari posisi 13.326 kemarin. Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah terpantau menguat 0,03% atau 4 poin ke Rp13.327 per dolar AS di pasar spot, setelah dibuka dengan penguatan hanya 0,01% atau 1 poin di Rp13.330.‎ AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) masih belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan untuk menguat. Hal ini terjadi karena sentimen dari dalam negeri yang belum positif menjadi penyebab utamanya.

Mengutip Bloomberg hari ini, rupiah dibuka di posisi 13.501 memang menguat dibanding penutupan kemarin di posisi 13.542. Pergerakan rupiah juga terlihat terus menguat sejam pertama di posisi 13.485.

Analis pasar uang Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menyebutkan, masih minimnya sentimen dari dalam negeri membuat pergerakan rupiah rentan dan mudah terombang-ambing dengan kondisi global.

“Apalagi saat ini, perhatian pelaku pasar kembali tertuju pada perbaikan yang terjadi pada ekonomi AS yang secara tidak langsung juga berimbas pada pergerakan USD,” kata Reza di Jakarta, Rabu (4/10).

Dengan kondisi itu, tentu saja penguatan USD akan lebih menarik perhatian pelaku pasar. “Sehingga dapat memberikan tekanan pada Rupiah,” tegas dia.

Dia menegaskan, dengan adanya ekspektasi dan sikap positif pelaku pasar terhadap rilis kinerja keuangan emiten di periode kuartal III itu ternyata dibarengi dengan ekspektasi akan rilis kenaikan indeks aktivitas manufaktur AS.

“Hal itu memberikan sentimen positif pada pasar keuangan AS yang secara tidak langsung berimbas positif pada pergerakan USD. Dan tentu akan menekan rupiah,” kata dia.

Pelaku pasar pun kembali masuk ke dalam USD, sehingga pergerakan indeks USD mengalami lonjakan. Di sisi lain, masih adanya kekhawatiran referendum yang terjadi di Spanyol membuat pergerakan EUR masih tertekan.

“Sehingga terlihat seperti memberi jalan pada terapresiasinya USD itu,” kata dia.

Untuk itu, pelaku pasar tetap harus mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat pergerakan Rupiah kembali variatif melemah.

“Diperkirakan support rupiah akan bergerak di kisaran 13.594 dan resisten rupiah di posisi 13.528,” dia menegaskan.

(Busthomi)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka