Jakarta, Aktual.co — Laju rupiah kemarin mampu berbalik naik, setelah merespon kenaikan harga minyak. Hal ini berimbas pada melemahnya laju dolar Amerika Serikat (AS). 
“Awalnya laju dolar AS sempat menguat, tetapi kenaikan harga minyak dan juga kenaikan Yen mampu mengimbangi laju tersebut.
“Rupiah pun berkesempatan untuk bergerak menguat,” ujar Kepala Riset dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.
Pada Kamis (21/5) Reza memprediksi laju rupiah di bawah target level resisten 13.172, yakni Rp13.175-13.165 (kurs tengah BI). Menurutnya, penguatan dolar AS dapat berimbas negatif pada laju Rupiah. Sehingga dikhawatirkan akan terjadi penurunan lanjutan.
“Dengan adanya sentimen melemahnya laju dolar AS, kami harapkan dapat berimbas positif pada laju Rupiah,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh: