Jakarta, Aktual.com – Kurs rupiah pada jeda siang Kamis (14/7) terpantau berbalik melemah tipis 0,03% atau 4 poin ke Rp13.090 per dolar AS seiring pergerakan IHSG pada akhir sesi I.

Sentimen global yang ada saat ini nyaris tak bisa membantu laju nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) untuk kembali menguat seperti pekan lalu.

Padahal laju USD Index juga mengalami tekanan, namun tak bisa dimanfaatkan oleh rupiah. Adanya dugaan persediaan minyak AS yang meningkat membuat harga minyak mentah berbalik turun.

“Kondisi itu tak berimbas pada nilai tukar rupiah untuk mampu berbalik positif,” tandas analis PT NH Kori do Securities Indonesia, Reza Priyambada, dalam analisis hariannya, Kamis (14/7).

Memang, kata Reza, laju USD Index itu melemah setelah pemerintah Jepang membantah adanya “helicopter money” yang dapat membeli obligasi pemerintah atau pemotongan pajak secara langsung. Selain itu, adanya keputusan Bank of Canada untuk mempertahankan tingkat suku bunganya juga ikut menekan USD Index.

“Untuk itu, harap mewaspadai adanya pelemahan lanjutan terhadap rupiah dalam jangka pendek dikarenakan secara teknikal pergerakan USD-IDR mulai bergerak berbalik arah dengan support 13.135 serta resisten 13.092,” ujar dia.

Meski begitu, pihaknya berharap, agar rupiah mampu bertahan di area tersebut mengingat adanya tekanan pada pergerakan harga minyak dunia.

Apalagi memang, keadaan itu juga dimanfaatkan para investor untuk melakukan aksi ambil untungnya, setelah rupiah gagal untuk menembus resistennya di area 13.100.

“Namun, pada akhirnya berpotensi membuat rupiah cenderung melanjutkan pelemahannya,” ungkap Reza.

(Busthomi)

Artikel ini ditulis oleh: