Ilustrasi-Seseorang sedang menghitung uang pecahan seratus ribu rupiah

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta jelang akhir pekan menguat tipis ditopang sentimen positif masih berlanjutnya investasi asing yang masuk ke Tanah Air.

Rupiah ditutup menguat tipis 1 poin ke posisi Rp14.361 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.362 per dolar AS.

“Rupiah cukup kuat bertahan dari gempuran dolar AS yang sangat kuat minggu ini,” kata analis DCFX Futures Lukman Leong saat dihubungi di Jakarta, Jumat (8/4).

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun masih di dekat level tertinggi dalam tiga tahun di kisaran 2,6 persen.

Hal itu mengindikasikan ekspektasi pelaku pasar meninggi terhadap kebijakan pengetatan moneter AS yang agresif.

Meski demikian, Lukman melihat rupiah masih solid didukung oleh sentimen positif investor asing yang tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus mencetak rekor.

“Dan menurunnya kasus COVID-19 juga sangat membantu rupiah,” ujar Lukman.

Jumlah kasus harian terkonfirmasi positif COVID-19 di Tanah Air pada Kamis (7/2) kemarin mencapai 1.755 kasus sehingga total kasus mencapai 6,03 juta kasus

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.379 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.358 per dolar AS hingga Rp14.385 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat menguat ke posisi Rp14.359 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.364 per dolar AS.

(Arie Saputra)