Jakarta, Aktual.co — Laju Rupiah di akhir sesi kemarin mampu berbalik positif tipis. Padahal, sepanjang sesi masih berada di zona merah seiring dengan masih maraknya aksi beli dolar AS terimbas penantian pertemuan The Fed.
“Di sisi lain, laju Rupiah tertolong oleh laju Euro yang mampu berbalik menguat, dimana pelaku pasar mulai mengurangi kekhawatiran akan penyelesaian masalah utang Yunani dan perkiraan belum akan adanya sesuatu hal yang baru dari pertemuan The Fed, terutama potensi kenaikan suku bunganya,” ujar Kepala Riset dari NH Korindo Securities Indoneia, Reza Priyambada.
Pada Kamis (30/4) Reza memprediksikan laju Rupiah berada di atas target level resisten 12.968, yakni Rp12.978-12.968 (kurs tengah BI). Menurutnya, penguatan yang terjadi belum sepenuhnya cukup mengkonfirmasi akan penguatan lanjutan sehingga masih menyimpan adanya potensi pembalikan melemah. 
“Meski demikian, tetap cermati dan antisipasi terhadap sentimen-sentimen yang ada,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh: