Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (20/2) pagi dibuka melemah sebesar empat poin menjadi Rp12.836 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp12.832 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu (18/2).
Menurutnya Analis dari NH Korindo Securities Indonesia (NHKSI), Reza Priyambada., laju Rupiah masih akan melanjutkan pelemahannya seiring belum adanya sentimen positif yang mampu membuat Rupiah bergerak naik. “Mski kami berharap adanya pembalikan arah dengan dirilisnya hasil pertemuan FOMC The Fed namun, tetap mewaspadai potensi pelemahan lanjutan,” pungkasnya.
Pada Jumat (20/2) Rupiah diperkirakan Reza di bawah target level support 12.765, yakni Rp12.825-12.790 (kurs tengah BI).
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terus melanjutkan penguatan setelah Rabu (18/2) mencetak rekor baru di level 5.390 menutup perdagangan sebelum Tahun Baru Imlek. Hal tersebut lantaran aksi beli pasar masih ramai meski di harpitnas (hari terjepit nasional). Diketahui, terdapat dana asing mengalir masuk hingga lebih dari Rp 2 trilun saat itu.
Laju IHSG pada perdagangan preopening, naik tipis 8,983 poin (0,17%) ke level 5.399,432. Sedangkan Indeks LQ45 menguat tipis 2,271 poin (0,24%) ke level 942,685.
Mengawali perdagangan akhir pekan, Jumat (20/2/2015), Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, dibuka naik 8,98 poin atau 0,17 persen menjadi 5.399,43, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,27 poin (0,24 persen) ke level 942,68.
Hingga pukul 9.15 waktu JATS, IHSG melaju 28,285 poin (0,52%) ke level 5.419,363. Sementara Indeks LQ45 menanjak 6,420 poin (0,68%) ke level 946,834.
Sementara itu pasar bursa di Asia rata-rata masih libur merayakan Tahun Baru Imlek. Hanya pasar saham Jepang yang buka, pagi ini Indeks Nikkei 225 menguat 86,94 poin (0,48%) ke level 18.351,73.
Artikel ini ditulis oleh:
















