Jakarta, Aktual.co — Laju nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan pagi ini dibuka menguat. Berdasarkan data Bloomberg Dollar Index, Rupiah menguat 15 poin ke level Rp13.185 per dolar AS, dibandingkan dengan posisi pada penutupan perdagangan Rabu (27/5) kemarin, di level Rp13.200 per dolar AS.
Samuel Sekuritas Indonesia dalam risetnya mengemukakan, mata uang Garuda berpeluang menguat seiring dengan meredanya eksistensi dolar AS.
“Rupiah berpeluang melanjutkan penguatannya hari ini, dengan penguatan dolar yang mereda,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta dalam risetnya yang diterima hari ini, Kamis (28/5).
Indeks dolar mulai turun walaupun sangat tipis, menandakan spekulasi atas kenaikan suku bunga the Fed yang lebih cepat dari perkiraan masih cukup kuat. Dikemukakan euro mulai naik setelah angka consumer climate Jerman diumumkan naik.
Secara umum, ujarnya, selain mulai membaiknya data ekonomi AS yang dirilis, penguatan dolar juga dipicu oleh pelemahan euro yang merespon rencana ECB untuk memperbesar stimulus di bulan Mei dan Juni. Untuk menutupi musim likuiditas rendah.
Di sisi lain, tambahnya, pasar keuangan Zona Euro masih diliputi kekhawatiran. Seiring dengan belum terlihatnya komitmen Yunani untuk dapat melunasi segala kewajiban jangka pendeknya terhadap Troika (ECB, IMF dan Uni Eropa).
Lebih lanjut dikatakan dia, Bank Indonesia masih berkomitmen untuk selalu berada di pasar valas agar volatilitas rupiah terjaga tidak terlalu tinggi.
Volatilitas tinggi rupiah diperkirakan bisa bertahan hingga FOMC meeting di tengah Juni ini.
“Inflasi tinggi yang diperkirakan masih akan terjadi dua bulan mendatang seiring dengan datangnya Ramadhan, juga akan menekan rupiah,” kata Rangga.
Artikel ini ditulis oleh:
















