Jakarta, Aktual.com – Laju nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) yang terus merosot juga terjadi pada hari ini. Meski kemarin sempat menguat, hari ini kembali melanjutkan pelemahannya.
Tercatat, mengutip Bloomberg hari ini, rupiah dibuka di posisi 13.571 atau melemah tipis 8 poin dari posisi kemarin di level Rp13.563. Bahkan dalam beberapa menit kemudian terus alami pelemahan hingga Rp13.590.
Menurut analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, rupiah merespon negatif jelang pengumuman data-data makro ekonomi dari Badan Pusat Statistik (BPS).
“Diharapkan pergerakan rupiah kemarin dapat kembali terjadi pada perdagangan hari ini untuk memanfaatkan pelemahan pada USD. Tapi ternyata tak terjadi,” ujar Reza di Jakarta, Rabu (1/11).
Sepertinya, kata dia, data-data makroekonomi dalam negeri beluk ditanggapi positif, sehingga kembali memberikan dampak yang kurang positif pada Rupiah.
“Kami tetap berharap kenaikan dapat kembali terjadi dengan memanfaatkan pelemahan USD itu. Sehingga pelemahan Rupiah dapat berkurang,” tandas dia.
Untuk itu, pelaku pasar tetap harus mewaspadai berbagai sentimen yang dapat kembali menahan potensi penguatan Rupiah.
“Dengan kondisi itu, diperkirakan laju support rupiah akan bergerak di kisaran 13.575. Dan resisten rupiah di rentang Rp13.540,” katanya.
(Busthomi)
Artikel ini ditulis oleh:
Arbie Marwan













