Ilustrasi Seorang Petugas memberikan Pecahan Uang Rupiah dan Dolar AS kepada Nasabah

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi (14/10) melemah 4 poin atau 0,03 persen ke posisi Rp15.366 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.362 per dolar AS.

Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengatakan, dolar AS menguat karena mendapat dukungan dari pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell, pekan lalu. Powell mengatakan The Fed akan terus menaikkan suku bunga sampai inflasi AS kembali ke target 2%.

“The Fed berkomitmen untuk membawa inflasi kembali ke target, meskipun pertumbuhan ekonomi menjadi taruhannya. Laporan ekonomi AS pekan lalu yang cenderung positif juga mendukung penguatan dolar AS terhadap mata uang ekonomi maju dan negara berkembang,” ujar Sutopo, Selasa (11/10).

Menurut Dia, tanpa ada intervensi kenaikan suku bunga, nilai wajar rupiah berada di level Rp 15.000 per dolar AS. Tapi dengan kondisi saat ini, rupiah kemungkinan akan melemah hingga Rp 15.500 dalam jangka pendek.

Nilai tukar mata uang tidak semata-mata dipengaruhi faktor kenaikan suku bunga The Fed. Menurut Sutopo, masih ada sentimen lain seperti trade balance, cadangan devisa, pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

“Mereka mengambil tempat masing-masing untuk menciptakan outlook ekonomi secara keseluruhan,” jelasnya.

(Warto'i)