Jakarta, Aktual.co — Terpuruknya indeks dolar Amerika Serikat terhadap seluruh mata uang dunia nyatanya tak membuat laju Rupiah melesat naik. Pada perdagangan pagi ini, mata uang Garuda dibuka masih di teritori pelemahan. Berdasarkan data Bloomberg Dollar Index pada pagi ini, Kamis (7/5), rupiah dibuka melemah 0,02% ke Rp13.038 per dolar AS. Laju Rupiah pada Pukul 08:02 WIB bahkan kembali melemah 0,04% ke Rp13.040 per dolar AS.
Rupiah kemarin memilih untuk berbalik melemah. Padahal laju dolar AS juga sedang mengalami pelemahan seiring dengan rilis data-data AS yang cenderung kurang baik.
“Di sisi lain, kembali melemahnya laju Euro menambah sentimen negatif bagi investor sehingga meski laju dolar AS terlihat melemah. Namun, pelemahan tersebut tidak membuat posisi dolar AS di bawah laju Euro,” ujar Kepala Riset dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.
Pada Kamis (7/5) laju Rupiah diprediksi Reza berada di bawah target level support 13.025, yakni Rp13.065-13.000 (kurs tengah BI). Menurutnya, gagalnya harapan akan kenaikan Rupiah dapat memberikan sentimen negatif yang mengakibatkan pelemahan lanjutan.
“Tetap cermati sentimen-sentimen yang ada dan potensi pelemahan lanjutan,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:












